Selasa, 25 Februari 2014

ADA CINTA DI HALTE



ADA CINTA DI HALTE

Abd Azis Ana

Bandung,24/02/14

 
TIBA SAATNYA

Masih ingatkah sayang,di halte itu....?

Ketika mereka sibuk menunggu raksasa tua,sementara kita

Kita sibuk dengan dada kita yang kenyang dengan cinta

Lalu mata kita saling berucap kalimat-kalimat indah



Hingga akhirnya tiba saatnya.....!!!



Dimana waktu,bercerita tentang perpisahan

Dan bercerita tentang kelelahan embun yang tak mampu di terjemahkan oleh pemikir-pemikiran

Kita,benar-benar terpisah waktu

Seperti halnya kita telat datang kehalte

Bandung,25/02/2014



UMUR KITA

Lebih baik kita bercakap-cakap tentang kita

Tentang bekas-bekas yang telah tertinggal jauh di belakang kita

Atau mungkin bekas yang terhapus oleh gerimis



Ah,ternyata umur kita tak begitu panjang

Seperti halnya halte-halte yang kian berkarat

Umur kita telah tua

Kau lihat bukan........?

Mata kita begitu cekung dan kulit-kulit kita keriput

Maka kita harus belajar dari jari yang aku perlihatkan kepadamu

Barangkali kita mengerti,sebab telinga kita nyaris tuli

Bandung,25/02/14



 
DI WAKTU PAGI

Di waktu pagi

Kita telah berdiri

Di dekat halte mati

Sambil merokok dan ngopi



Sementara pagi

Terus mencakar dan pergi

Lalu di biarkan tergeletak di pagar besi



Lantas datang pengamin kasih

Menjing-jing sebungkus nasi

Akhirnya ia makan dengan sambel dan terasi

Sambil ia berbisik-bisik pada gitar banci



Katanya “halte ini adalah tempat kami dan kalian tak pantas berkuasa.....!!!!”

Bandung,25/02/2014



PENIPU ULUNG

PENIPU
Haiy penipu ulung
kau berjanji akan temani si buntung
Tapi Nyatanya kau malah menikung

kau penipu ulung
Kau berjanji akan sejah terakan si pitung
Tapi Nyatanya kau malah mematung

Kau penipu ulung
Kau berjanji akan makan singkong
Tapi nyatnya kau malah makan jagung

kau penipu ulung
Kau berjanji akan memberikan kerjaan kepemulung
Tapi nyatanya kau malah cari untung

hai........!!!! kaaaaauuuu penipu ulung
Dan aku yang menanggung

abd azis ana "fota ini bukan penampakan tapi kenyataan hidup ketika terjun kelapangan"

TERNYATA UMUR KITA

TERYTA UMUR KITA
Lebih baik kita bercakap-cakap tentang kita
Tentang bekas-bekas yang telah tertinggal jauh di belakang kita
Atau mungkin bekas yang terhapus oleh gerimis

Ah,ternyata umur kita tak begitu panjang
Kau lihat bukan........?
Mata kita begitu cekung dan kulit-kulit kita keriput
Maka kita harus belajar dari jari yang aku perlihatkan kepadamu
Barangkali kita mengerti,sebab telinga kita nyaris tuli

PENA ANA

Perjuangan Tenaga Kerja Wanita dalam Meraih Cita-Cita

Judul Buku             : TKW Mencari Surga Penulis Buku                        : Asa Suzhanty & Abd Azis Ana Penerbit Bu...