Minggu, 16 Februari 2014

AKU DENGAN BEKAS MU



AKU DENGAN BEKAS MU
“buat sahabatku seniman madura S”

Kini aku dengan bekas mu yang sunyi dalam kamar kenangan
Bau tubuh mu bersekutu dengan bau tubuh ku hingga jam dinding tak bisa membedakan antara bau tubuh mu dengan bau tubuh ku

Tapi biarlah
Aku nikmati saja bau tubuh mu ini dengan lukisan-lukisan aneh ku dan aku mamah dan aku muntahkan di setiap lembar kertas
Dan menjelma puisi-puisi yang tak di mengerti oleh siapapun kecuali aku
Bandung,11/11/2013

MATI DALAM SUNYI



MATI DALAM SUNYI
“untuk sahabatku”

“mati aku”
Jerit wanita itu dalam kamar sunyi
Tak ada yang mendegar jeritan itu kecuali atap-atap yang kekal di ubun-ubun dan lampu lenyap dalam gelap

Lantas ia diam sambil meraba bantal-bantal yang berbekas darah
Dan ia cium dengan dada yang penuh hujan kerinduan
Tak ada kata yang muntah dari bibir manisnya
Hanya saja gerimis menetes di cela-cela matanya hingga ia jumpai kesunyian yang mencengram urat-urat lehernya

Lalu aku
Lambat laun mendekat seperti angin yang membelai rambut indahnya
Dan aku menjelma seperti yang ia rasa
Hingga aku jua jumpai kesunyian yang bersarang di mata dan di dadanya
Madura,10/11/2013

AZAN DI TELINGA MU




AZAN DI TELINGA M 

Dengarlah sebentar saja suara yang muncul dari atap masjid itu sayang
Barangkali ia memanggil mu untuk datang atau mungkin ia memanggil mu untuk kembali keberanda

Dengarlah dengan telinga mu yang telanjang itu
Ia benar-benar memanggil mu untuk menatap langit dan ia pula mengajak jiwa raga mu untuk bertanggung jawab

Dengarkanlah suara-suara azan di telinga mu itu sayang
Sebelum senja hilang di ujung jalan dan kau takkan pernah terlukis dalam lukisan muslim dan ia akan cerita kepada langit-langit dan jua para penghuninya
Bandung,07/11/2013

AKU BELUM MATI



 AKU BELUM MATI

Aku belum mati sayang
Aku masih hidup dan belum mati sampai saat ini
Aku belum mati sayang
Sampai akhirnya aku menemukan diriku di salah satu air mata kembang dan kau lihat aku dengan mata telanjang mu

Lantas:mendekatlah sebentar saja kearah ku
Aku akan besikkan sesuatu kelampu-lampu mati mu
Barangkali ia mendengar bisikan sumbangku dan barangkali ia pun kembali mekar untuk desa-desa kecil ku
By:noval dan abd azis
Bandung,04/11/2013

AKU LAHIR DARI RAHIM MATA MU



AKU LAHIR DARI RAHIM MATA MU

“Terimakasih ku kepada mu”

Kini aku lahir dari rahim mata mu seperti gerimis yang jatuh kewajah bumi dan embun pecah tetap menjadi embun
Maka pantaslah sekiranya kau mengutuk diriku untuk kembali kerahim mata mu

Tapi jangan dulu
Sebelum kau mengutuk diriku untuk kembali kerahim mata mu
Dengarkanlah lagu sumbangku untuk aku bisikkan kenafas mu yang segar itu
Dengarkanlah:barangkali kau menarik kutukan mu atau mungkin kau melahirkanku kembali
Bandung,04/11/2013

Perjuangan Tenaga Kerja Wanita dalam Meraih Cita-Cita

Judul Buku             : TKW Mencari Surga Penulis Buku                        : Asa Suzhanty & Abd Azis Ana Penerbit Bu...