Rabu, 14 Agustus 2013

DAUN DI UJUNG RANTING

DAUN DIJUNG RANTING ITU
Maka tunggulah daun itu “sayang” sampai angin melepaskan dari rantingnya dan jatuh didepan rumahmu yang nyaris lumpuh itu,jika sudah tiba saatnya:aku akan datang kedalam matamu yang tenang layaknya telaga dan aku ambil kedua matamu lalu aku letakkan dimtaku supaya aku dan kau menyatu dalam cipta Tuhan seperti ranting mencintai daun

AKU MENCINTAIMU
Aku mencintaimu seperti akar mencintai batang,seperti batang mencintai ranting,seperti ranting mencintai daun,seperti daun mencintai getah,lantas seperti apa cintamu kepadaku....?

LIHATLAH DAUN DI LUAR RUMAHMU
Maka lihatlah daun di luar rumahmu yang diam menatap wajahmu angin tak mampu menegornya dan burung-burung tak berani menyapanya  lalu kenapa kau tak segera menjelma suara untuk menyapanya...?
DAUN YANG JATUH
Telah tiba saatnya:daun yang hijau kini kering kembali,angin yang resah telah menjatuhkanya kewajah bumi dan serbuk-serbuk debu telah membawanya kerahim bumi

Tiba-tiba kau datang dengan nyanyian resahkan hati
Dan aku bertanya “kenapa kau datang ketika daun jatuh...?” lantas kau menjawab dengan kepala tertunduk “aku datang karena panggilan yang tak terdengar waktu jua kau”

MELETAKKAN TOPI HITAM DI JENDELA
Tak ada angin tak ada ombak tiba-tiba kau meletakkan topi hitam di jendela kamarku dengan begitu hati-hati,iringan angin menyapa kita dan kita saling tatap- tatapan  tanpa suara tanpa gerak bahkan tanpa kedipan mata,hingga akhirnya suara pecah di antara kita “lihatlah daun hijau itu dan lihat pula daun yang layu dan daun yang telah jatu?” seharusnya kita berkaca dan sadar


Perjuangan Tenaga Kerja Wanita dalam Meraih Cita-Cita

Judul Buku             : TKW Mencari Surga Penulis Buku                        : Asa Suzhanty & Abd Azis Ana Penerbit Bu...