
Nama :ABD AZIS
Tanggal lahir :16-05-199
Ditulis :01-11-2012
Aku harap jangan salah
orang
Aku hanya sekelompok wayang
yang berperan sebagai lakon-lakon
Aku diam jika tak ada yang
memainkan
Aku lincah dan kesit jika
ada yang memainkan
Tapi entahlah.......
Iringan nada itu yang
membuat aku kian berontak keras
Bila puisi memanggil jiwamu,datanglah,peluk ia dengan erat
Karena ia adalah kepingan hatimu yang tertinggal di belakangmu
Jangan biarkan ia sepi dan nyaris terhapus gerimis
PUISI INI UNTUK DIRI SENDIRI
“J” BANDUNG,NOVEMBER
30 OKTOBER
Oktober nyari berlalu
Seperti embun sisakan bayang
Dan jari-jarinya masih liar memainkan
nada yang tak bisa kau terjemahkan
Mana mungkin kau bisa
menterjemahkan….?
Sementara nafasmu sendiri tak tahu
kemana perginya…?
Biarlah…..!
Aku sisakan 30 oktober ini di dadamu
By:abd azis
Bandug
NOVEMBER MUDA
Aku tak ingin nyaris mati di tinggal
jejakmu
Seperti oktober yang kau lipat di
kertasmu
Aku ingin ada di November mudamu
Seperti oktober yang pernah kau belai
Aku tak mengerti….?
Kenapa harus berganti…?
Sementara aku masih ingin bercerita
tentang oktober
Oh,tidak….
Ini adalah takdir yang bergaris
Semuga saja novembermu masih membelai
oktoberku
By:abd azis
01-11-2012
Bandung
PUSI UNTUK SANG “J”
Aku yang merobek November yang
berlapis-lapis didadamu
Dari angka satu ketiga puluh
Lalu aku memainkan lidah yang tak
bertulang ini
Agar kau sadar bahwa aku ada
Meski kehadiranku tak di harapkan
Kau tahu itu…?
Dan akupun tahu ini…?
Lantas buat apa kau menangis untuk
desember
Sementara ia tak merayumu
Ah…
Terserah kau saja
By:abd azis
02-11-2012
WAJAH NOVEMBER
Aku yang merintih lelah
Dan berteriak kalah
Tiba-tiba saja angin berbisik sejuk
“ini wajah cantiknya”
Lalu aku mendekat
Lebih dekat
Seperti angka, satu kedua,kedua
ketika dan ketika keempat
Aku mulain menghitung
Aku mulain tahu…?
Kalau,kalau ini wajah November
cantikmu
Segera aku menjelma hitam putih mu
Lekas kau mengenang aku di dinding
kamarmu
By:abd azis
MENUNGGU MU
Di penghujung malam November
Aku menunggu mu dengan doa-doa
Melamarmu dengan sesajen rintih
gerimis
Sambil memanggil sukmamu dengan
wiritan puisi-puisi
Datanglah bisik “jampi-jampiku”
Datanglah dengan membawa bekal
Dan suapin mulutku dengan cinta
sucimu
Agar aku betah menunggu di ujung ini
By:abd azis
WANITA DI NOVEMBER
Wanita di November itu
Berkalung bianglala
Berselendang malaikat
Dan mulutnya komat kamit ayat-ayat
Membuat aku gemetar dahsyat
Dan syetan-syetan yang bersemayam di
tubuhku,kabur tanpa bekas
Hanya saja hati bertanya-tanya…?
Tiba-tiba saja aku ingin menjelma
angka satu
Dan pergi menyisakan bekas yang sulit
kau mengerti…
Biar kau jua bertanya-tanya…?
Seperti aku yang linglung menerkamu
By:abd azis
Bandung
RAHASIA YANG TERSEMBUNYI DINOVEMBER
Aku takkan datang kepadamu untuk
bercerita
Sebelum kau memanggilku
Aku takkan datang kepadamu
Kalau hanya kau memanggil satu kali
saja
Aku takkan mengatakan ini padamu
Sebelum kau memintaku untuk
mengatakan
Aku takkan mengatakan ini padamu
Sebelum kau tak memaksaku
Aku takkan mengatakan ini padamu
Sebelum kau menangis untukku
Aku takkan mengatakan ini padamu
Sebelum kau mati untukku
By:abd azis
03-11-2012,bandung
BILA PUISI MEMANGGIL “j”
Bila puisiku memanggil jiwamu
Datanglah dengan pelan bersama
bintang kecilmu
Dan segera kau berkedip untuk memeluk
Dan akupun akan menjelma rembulan di
novembermu
Biar derita ini terbawa angin dan tak
kembali lagi
Bila puisiku memanggilmu
Namun
kau tak datang dan tak mendengarnya
Hendaklah kau bertanya pada dadamu
yang lupa itu
Bila kau tak mendapatkan jawaban…!
Hendaklah kau datang padaku lalu
bertanya “kenapa aku tak mendengar panggilanmu”
Maka aku akan menjawab “karena
didadamu bukan aku yang ada”
By:abd azis
03-10-2012
Bandung
SANG PENGHUNI SURGA
Kini aku melihat surga di bola matamu
Indah seperti kidung yang bermain di
kalbu
Dan tersalip di setiap bait-bait
ayatku
aku…..
Diam-diam aku memanggilmu tanpa suara
Dan memutar-mutar tazbih untuk
menyebut-nyebut
Agar kau melihat aku disurgamu
Kau…
Sementara kau masih diam dengan
jilbab putihmu
Duduk sambil tersenyum entah kepada
siapa…?
Namun aku tetap tawarkan tempat ini padamu
Biar jua kau jadi penghuni surga
untukku
By:abd azis
03-11-2012
UNTAIAN KATA DINOVEMBER
Hanya ini yang aku punya di November
Untaian kata yang aku selipkan di
sakumu
Lalu membiarkan ia mengetuk pintu
dadamu
Atau mungkin memaksa masuk dari
jendela kamarmu
Sesungguhnya aku tak ingin….
Namun aku tak bisa hidup tanpa mu
Aku harap untaian kata ini mewakili
diriku
Semuga kau mengerti
By:abd azis
04-11-2012
bandung
SANG PENARI NOVEMBER
Di November ini aku melihat mu
Menari-nari dengan wajah berseri-seri
Layaknya bidadari yang menikmati
keindahan Tuhan
Bersiul,memainkan angin yang
sepoi-sepoi
Sesekali bergoyang,daun ikut
bergoyang
Sesekali bernyanyi,burung ikut
bernyanyi
Tapi sesekali berpaling muka,aku
tersiksa menahan
Wahai kau sang penari November
Jika kau izinkan aku….
Bolehkah aku ikut menari bersama
mu….?
Jika tidak…..?
Izinkan aku melihatnya saja
Jika tidak pula…?
Maka aku akan terbang meninggalkanmu
Biar kau menari sendiri tanpa saksi
mataku
By: abd azis
04-11-2012
BUNGA NOVEMBER
Dari sudut dinding putih hitamku ini
Aku telengkan kepala seraya berbisik
“mekarlah”
Lalu biarkan lidah pahit,liarku
dikuncup bungamu
Hingga menjadi penawar para pujangga
Lantas kau…..
Tak perlu kau teteskan lagi gerimis
dileting matamu
Karena aku tak mampu menjelma hujan
untuk menemanimu
Maka biarlah aku genggam kau
Meski kau panas di dadaku
By:abd azis
08-11-2012
Bandung
GERIMIS DINOVEMBER
Seperti embun yang menetes
Sisakan bekas dalam rakaat malam
Aku diam jua kau diam
Tiba-tiba gerimis mulain teteskan
diri
Memisahkan diri dari raga yang lemah
Aku yang tersungkur lemah….
Mencoba terbang dengan sayap-sayap
patah
Meski aku tahu,angin menerpa sayapku
Tapi aku akan tegar demi langit
ketujuh
By:abd azis
bandung
KEBODOHAN DI NOVEMBER
Aku benar-benar bodoh
Memanggil mu tanpa suara
Dan teleng-teleng angka yang tetap
angka dinovember
Kenapa….?
Padahal ia tak memanggilku ataupun
bergerimis untukku
Kalau sudah tahu…..!
Lantas kenapa aku sibuk-sibuk
memanggilnya dan berdarah untunya..?
Ah,aku benar-benar….
Biarlah,aku lipat semua ini di dadaku
Agar kau tak sinis memandangku
By:abd azis
05-11-2012
Bandung
BIDADARI YANG DUDUK DINOVEMBER
Andai saja sang surya tak terbit di
pagi ini
Cukuplah dia tampakkan lesung
dipipinya
Sambil duduk di ujung jalan seraya
memamerkan wajahnya
Lalu aku akan habiskan waktu untuk
menatap wajahnya
Hingga malam menjemput siang
Andai saja malam tanpa bulan dan
bintang
Cukuplah dia duduk di teras rumahnya
Sambil melambaikan hitam rambutnya
Lalu angin sebarkan cahaya yang di
curinya
Dan daun sepoi berbisik satu sama
yang lain
Dan bunga-bunga yang kuncup,lekas
mekar jatuhkan diri
Dan aku….
Aku diam-diam mencium bekas bidadari
itu
By:abd azis
05-11-2012
LIRIK RINDU DI NOVEMBER
Jangan diam saja “j”
Nyanyikanlah lirik rindu untuk dadaku
dinovember ini
Agar aku nyenyak pejamkan mata malam
ini
Dan kau terjaga untuk mencium dahiku
Tak perlu resahkan mereka
Mereka telah larut dalam tidurnya
masing-masing
Dan malam November ini adalah milik
kita untuk melirikkan rindu
By: abd azis
13-11-2012
Bandung
RINDU DI NOVEMBER
Sebentar lagi kita akan bertemu “j”
Bercumbu melepaskan sesak rindu
didada novembermu
Seperti jari-jari yang tak lepas dari
jarinya
Sebentar lagi kita menyerahkan rindu
kita
Seperti belalang yang terperangkap dijaring
laba-laba
Tapi kita tahu norma
Normalah yang memberikan
batas-batas
kita
By: abd azis
13-11-2012
Bandung
CAHAYA DI NOVEMBER
Kau yang jauh dan kau yang dekat
Tak bisa aku melepaskan diri dari
remang wajahmu
Meski aku bersanding beribu-ribu
bintang
Kau tetap saja muncul dari balik bayang
gelap
Bersayap cahaya di lekuk mataku
Lantas aku diam dan tundukkan diri
Dan meneteskan air mata,sesal di hati
By:abd azis
13-11-2012
Bandung
PUISI YANG TAK TERDENGAR
Di November ini “j”
Makin larut….
Angin mencenggram daun-daun
Entah dengan apa…?
Dan entah dibawa kemana..?
Makin larut dan sepi
Puisi-puisi tak lagi terdengar oleh
gerimis
Puisi-puisi tak lagi terdengar oleh
hujan
Puisi-puisi tak lagi kau dekap,apa
lagi menciumnya
Tapi biarlah….
Aku gantungkan jikalau fajar kedua
Agar kau bisa melihatnya
Walau kau tak mendengarnya
By: abd azis
14-11-2012
Bandung
GORESAN DI NOVEMBER
Aku
melihat goresan penamu di kalender
Ada yang hitam ada yang merah,adapula
tanpa goresan
Aku tak mengerti apa maksud mu….?
Tiba-tiba saja aku tergores dalam
cela mataku
Apa mungkin itu aku…?
Atau mungkin aku angka yang kau
tutupi tinta…?
Jika iya….
Kenapa kau lakukan itu…?
Jika tidak…
Kenapa masih ada yang tersisa tanpa goresan…?
Jawablah “j”
By:abd azis
14-11-2012
Bandung
SEPI MALAMMU
Dari sepi malam mu
Mendecak dadar di dadaku,meski aku
gelengkan kepala
Kau masih saja ketuk-ketuk tanpa
henti
Dan aku biarkan kau sepi berselimut
dingin diluar pintu
Tapi kau memaksa masuk dicela jendela
November
aku tak tahu apa yang hendak kau
curi…..
by:abd azis
16-11-2012
bandung
MENCIUM BAYANGAN DICELA HUJAN
Aku biarkan kau bebas seperti itu
Kau biarkan aku bebas seperti ini
Tapi kau jangan berhenti mencium
hujanku
Meski bercampur lumpur dan
mencabik-cabbik gentingmu
Karena aku ingin terkesan dimatamu
ataupun di hatimu
Walaupun aku tahu,di hatimu bukan aku
melainkan dia
Tapi ciumlah….
Ciumlah sedikit saja bayanganku
dicela hujan
Agar aku tenang mengalir membasahi
halaman rumahmu
Dan kau tersenyum melepaskanku dalam cinta
dadamu
Aku berkata…..
“Aku akan
dating menjengok,itupun
kalau kau memanggil”
Dan kau menjawab…...
“datanglah kapan saja,meski aku tak
memanggilmu”
Akhirnya aku berlalu….
By:abd azis
17-11-2012.bandung
INILAH CINTAKU
Aku telah memandang jauh kesana
Berjalan lalu berlari kencang
Seperti angin ditiup angin
Seperti ombak di terjang ombak
Aku telah dekat kepadamu “J”
Seperti cintamu didadamu
Seperti nafas di ragamu
Seperti mata di ragamu
Seperti jari dijarimu
Aku telah bersatu denganmu “j”
Seperti hitam dengan hitam
Seperti putih dengan putih
Seperti cahaya dengan cahaya
Lalu apa lagi yang kau ragukan “j”…..?
By:abd azis
17-11-2012
Bandung
MENDEKAT
“Mendekatlah” bisikku pada daun hatimu
“Tidak” tolakmu mentah-mentah dihadapanku
“Terserah kau saja” jawabanku sambil melangkah
menjauh
By:abd azis
17-11-2012
Bandung
AKU MEMANGGILMU DALAM CINTA
“J”
Aku memanggilmu di November ini dalam doa
Aku memanggilmu dalam tangis rindu
Dan akulah yang menulis sajak-sajak di
dindingmu itu
Agar kau terjaga dan beranjak mendekatiku
“J”
Ketika kau menjauh dari ku
Aku tak tahu dengan apa lagi aku memanggilmu…?
Sementara telingamu telah terbatas untuk
mendengar
Dan hatimu telah terselip cintanya dia
Tapi kau perlu tahu “j”
Aku takkan berhenti memanggilmu
Hingga aku pejamkan mata ini untukmu
By;abd azis
17-11-2012,bandung
KAU DAN AKU
Kau telah tercipta untukku
Dan aku tercipta untukmu
Maka jangan ragu untuk mencintaiku
Dan akupun takkan ragu untuk mencintaimu
Karena aku dan kau telah tercipta untuk
mencintai
By:abd azis
KERTAS TANPA JUDUL
Kau biarkan aku menjerit dikamarku
sendiri “j”
Seperti burung-burung dalam kurung
Tapi masih saja bersiul,mengukir
wajah-wajah tanpa hujud dikertas
Mana mungkin aku melukis wajahmu
dengan hujud nyata…?
Sementara kau sering kali berpaling
arah
Sungguh aku tak tahu arah hatimu…?
Tapi yang pasti aku mencintaimu
Meski kertas ini tanpa judul
By:abd azis
17-11-2012
Bandung
RINGAN “j”
Ringan aku menghitung jariku,dari
satu kesepuluh
Ringan aku melihat potret-potretmu
dibingkai
Tapi berat aku berpaling arah
Ringan aku berkedip
Tapi berat aku lepas dari wajahmu
Ringan aku mendengar
Tapi aku tersiksa bila kau menghilang
Dan aku ringan mencintaimu
Tapi aku sulit melepaskanmu
Sungguh sulit melupakanmu
Apakah kau sama seperti aku “j”
By:abd azis
17-11-2012
Bandung
RUANG YANG SEPI
Diruas-ruas sepi ini aku menulis
sajakmu dikertas bisu
Sambil mata melirik kedinding
sepi,mencekam secara tiba-tiba
Dan tangan mulain meremas-remas tanpa
benda digenggaman
Buru-buru aku menyapanya dengan lagak
linglung
Tapi tak ada suara yang menangkap
sapaku
Lekas aku menuju kesudut itu
Mencoba menyadarkan diri dari
bayangan yang menjelma hujud
Enntahlah….!!!
Mulutku komat-kamet tanpa henti
Telingaku tak mendengar mulutku komat-kamet
Apa mungkin takut karena sepi
mencekam…?
Atau mungkin saja tak betah dengan
sepi…?
Ah…!!!
Sebentar lagi sayap ini tumbuh
Dan bergegas terbang meninggalkan
kamar ini
By:abd azis
18-11-2012
bandung
DOA
bila
aku beku dalam nyawa
hendaklah
kau tarik lisanku untuk berkata
agar
kau tahu apa jawabanku…..?
bila
aku tetap diam
hendaklah
kau peluk aku dalam matiku
lalu
lepaskanlah tetes gerimis dimatamu untuk menjelma doa yang menjemputku
by:
abd azis
19-112012,bandung
GERIMIS
DI MATAKU
Tetes
gerimis dimataku
Merayu
malaikat untuk merangkul rinduku untukmu
Lalu
merebahkan dipundakmu
Dengan
harapan kau menjadi milikku
Tapi
aku tak tahu…..?
Apakah
kau mengerti atau tidak….?
Namun
aku takkan bosan merayumu untuk mengerti
By:abd
azis
20-11-2012,bandung
BUKAN
MAHLUK ABADI
Bila
aku tak lagi memanggil namamu sayang
Hendaklah
kau memanggil namaku
Jika
aku masih diam
Menangislah
untukku
Jika
aku masih diam
Maka,mendekatlah
dan menjauhlah dari ragaku
Sebab
aku bukanlah mahluk abadi
Lantas…..
Biarkan
aku meyerahkan diri dengan jubah putih
Tapi
sisakan ciumanmu dibibirku yang beku
Walau
tak utuh untukku “J”
By:
ABD AZIS
BANDUNG,08-12-2012
AKU
YANG BERGERAK
Sayang……
Aku
yang mengejar waktu,malah waktu yang mengejarku
Aku
kira,aku yang menang
Ternyata
aku kalah seperti musuh yang didekap lakon-lakon
Walaupun
aku kalah…..
Masih
saja aku bergerak dan berlagak gaya seperti lakon yang menang
Aku
mengerti sayang…..
Kau
sempat menjegahku untuk mengalah
Dan
kau sempat memegang tanganku sambil mengiling-giling kepala
Tapi
aku tak semudah itu
Aku
dilahirkan untuk mengubah
Bukan
untuk mengalah ataupun diam
By:abd
azis
Bandung,08-12-2012
BILA
AKU TAK
LIHAT
Mata
yang terbuka
Terhalang
jarak dan waktu
Membuat
aku berbisik pada telingaku sendiri “mendekatlah wajah”
Seperti
angin yang membelai mesra kulitku dipagi ini
Bila
aku tak lihat hujudmu,peluklah tubuhku
Agar
aku tahu kehadiranmu disisiku
Bila
kau tak mampu memelukku
Hendaklah
berbisik ditelingaku,agar aku tahu kedatanganmu
Bila
kau tak mampu berbisik
Hendaklah
kau pergi dan jangan kembali lagi
Barangkali
itu yang terbaik untuk kita melangkah
By:abd
azis
Bandung,01-01-2013
SEPERTINYA
sepertinya
kau lelah dalam duniaku atau
mungkin bosan
jangan-jangan
kau masih mencintai orang lain
tapi
kenapa kau hadir sepeti bidadari suci…?
Menyihir
isi dadaku dan membiarkan aku mencintaimu
Sepertinya kau
tahu ....
Dan sepertinya aku telah terjebak
Sepertinya kau mengerti itu....
Dan sepertinya aku tersiksa
Sepertinya itu tujuanmu
Dan sepertinya aku,ah,biarlah
JARI
Bila aku tak mampu memperlihatkan sepuluh jari dileting
matamu
Maka aku tunjukkan satu jari kearah dadaku
Agar kau tahu......
Bahwa tak perlu jari untuk menghitung angka-angka yang
tersalip didadaku jua kau
By:ABD AZIS
BANDUNG,15-02-2013
CERITA
Di oktober yang nyaris hilang diujung waktu
Kau datang dengan wajah lelah dan air mata tumpah
Lalu kau peluk aku seraya berbisik “jangan tinggalkan aku”
Aku hanya diam
Tak lama kau melepaskan tubuhku dari pelukanmu
Lalu kau duduk sambil memperlihatkan jari-jarimu dan kau
mulain menghitung satu,dua,tiga,empat,lima,enam,tujuh,lapan,sembilan,sepuluh
Selesai kau menghitung
Kau kembali menangis
Hingga aku bertanya “kenapa”
Dan kau menjawab “tak apa-apa”
Aku bertanya lagi “kenapa menangis...?”
Dan kau menjawab “jariku mulain keriput”
Akupun mengerti.....
