Jumat, 19 Juli 2013



Judul                           :BILA PUISI MEMANGGIL
Nama                         :ABD AZIS
Tanggal lahir            :16-05-199
Ditulis                       :01-11-2012
Aku harap jangan salah orang
Aku hanya sekelompok wayang yang berperan sebagai lakon-lakon
Aku diam jika tak ada yang memainkan
Aku lincah dan kesit jika ada yang memainkan
Tapi entahlah.......
Iringan nada itu yang membuat aku kian berontak keras

Bila puisi memanggil jiwamu,datanglah,peluk ia dengan erat
Karena ia adalah kepingan hatimu yang tertinggal di belakangmu
Jangan biarkan ia sepi dan nyaris terhapus gerimis


PUISI INI UNTUK DIRI SENDIRI “J” BANDUNG,NOVEMBER

30 OKTOBER
Oktober nyari berlalu
Seperti embun sisakan bayang
Dan jari-jarinya masih liar memainkan nada yang tak bisa kau terjemahkan
Mana mungkin kau bisa menterjemahkan….?
Sementara nafasmu sendiri tak tahu kemana perginya…?

Biarlah…..!
Aku sisakan 30 oktober ini di dadamu

By:abd azis
Bandug








NOVEMBER MUDA
Aku tak ingin nyaris mati di tinggal jejakmu
Seperti oktober yang kau lipat di kertasmu

Aku ingin ada di November mudamu
Seperti oktober yang pernah kau belai

Aku tak mengerti….?
Kenapa harus berganti…?

Sementara aku masih ingin bercerita tentang oktober
Oh,tidak….
Ini adalah takdir yang bergaris
Semuga saja novembermu masih membelai oktoberku

By:abd azis
01-11-2012
Bandung


PUSI UNTUK SANG “J”
Aku yang merobek November yang berlapis-lapis didadamu
Dari angka satu ketiga puluh
Lalu aku memainkan lidah yang tak bertulang ini
Agar kau sadar bahwa aku ada
Meski kehadiranku tak di harapkan

Kau tahu itu…?
Dan akupun tahu ini…?

Lantas buat apa kau menangis untuk desember
Sementara ia tak merayumu
Ah…
Terserah kau saja

By:abd azis
02-11-2012




WAJAH NOVEMBER
Aku yang merintih lelah
Dan berteriak kalah
Tiba-tiba saja angin berbisik sejuk “ini wajah cantiknya”

Lalu aku mendekat
Lebih dekat
Seperti angka, satu kedua,kedua ketika dan ketika keempat

Aku mulain menghitung
Aku mulain tahu…?
Kalau,kalau ini wajah November cantikmu
Segera aku menjelma hitam putih mu
Lekas kau mengenang aku di dinding kamarmu

By:abd azis





MENUNGGU MU
Di penghujung malam November
Aku menunggu mu dengan doa-doa
Melamarmu dengan sesajen rintih gerimis
Sambil memanggil sukmamu dengan wiritan puisi-puisi

Datanglah  bisik “jampi-jampiku”

Datanglah dengan membawa bekal
Dan suapin mulutku dengan cinta sucimu
Agar aku betah menunggu di ujung ini

By:abd azis





WANITA DI NOVEMBER

Wanita di November itu
Berkalung bianglala
Berselendang malaikat
Dan mulutnya komat kamit ayat-ayat
Membuat aku gemetar dahsyat
Dan syetan-syetan yang bersemayam di tubuhku,kabur tanpa bekas
Hanya saja hati bertanya-tanya…?

Tiba-tiba saja aku ingin menjelma angka satu
Dan pergi menyisakan bekas yang sulit kau mengerti…
Biar kau jua bertanya-tanya…?
Seperti aku yang linglung menerkamu

By:abd azis
Bandung



RAHASIA YANG TERSEMBUNYI DINOVEMBER

Aku takkan datang kepadamu untuk bercerita
Sebelum kau memanggilku
Aku takkan datang kepadamu
Kalau hanya kau memanggil satu kali saja

Aku takkan mengatakan ini padamu
Sebelum kau memintaku untuk mengatakan
Aku takkan mengatakan ini padamu
Sebelum kau tak memaksaku

Aku takkan mengatakan ini padamu
Sebelum kau menangis untukku
Aku takkan mengatakan ini padamu
Sebelum kau mati untukku

By:abd azis
03-11-2012,bandung

BILA PUISI MEMANGGIL “j”
Bila puisiku memanggil jiwamu
Datanglah dengan pelan bersama bintang kecilmu
Dan segera kau berkedip untuk memeluk
Dan akupun akan menjelma rembulan di novembermu
Biar derita ini terbawa angin dan tak kembali lagi

Bila puisiku memanggilmu
Namun  kau tak datang dan tak mendengarnya
Hendaklah kau bertanya pada dadamu yang lupa itu
Bila kau tak mendapatkan jawaban…!
Hendaklah kau datang padaku lalu bertanya “kenapa aku tak mendengar panggilanmu”
Maka aku akan menjawab “karena didadamu bukan aku yang ada”

By:abd azis
03-10-2012
Bandung


SANG PENGHUNI SURGA
Kini aku melihat surga di bola matamu
Indah seperti kidung yang bermain di kalbu
Dan tersalip di setiap bait-bait ayatku

aku…..
Diam-diam aku memanggilmu tanpa suara
Dan memutar-mutar tazbih untuk menyebut-nyebut
Agar kau melihat aku disurgamu

Kau…
Sementara kau masih diam dengan jilbab putihmu
Duduk sambil tersenyum entah kepada siapa…?
Namun aku tetap tawarkan tempat  ini padamu
Biar jua kau jadi penghuni surga untukku
By:abd azis
03-11-2012



UNTAIAN KATA DINOVEMBER
Hanya ini yang aku punya di November
Untaian kata yang aku selipkan di sakumu
Lalu membiarkan ia mengetuk pintu dadamu
Atau mungkin memaksa masuk dari jendela kamarmu

Sesungguhnya aku tak ingin….
Namun aku tak bisa hidup tanpa mu
Aku harap untaian kata ini mewakili diriku
Semuga kau mengerti

By:abd azis
04-11-2012
bandung






SANG PENARI NOVEMBER
Di November ini aku melihat mu
Menari-nari dengan wajah berseri-seri
Layaknya bidadari yang menikmati keindahan Tuhan

Bersiul,memainkan angin yang sepoi-sepoi
Sesekali bergoyang,daun ikut bergoyang
Sesekali bernyanyi,burung ikut bernyanyi
Tapi sesekali berpaling muka,aku tersiksa menahan

Wahai kau sang penari November
Jika kau izinkan aku….
Bolehkah aku ikut menari bersama mu….?
Jika tidak…..?
Izinkan aku melihatnya saja
Jika tidak pula…?
Maka aku akan terbang meninggalkanmu
Biar kau menari sendiri tanpa saksi mataku
By: abd azis
04-11-2012
BUNGA NOVEMBER
Dari sudut dinding putih hitamku ini
Aku telengkan kepala seraya berbisik “mekarlah”
Lalu biarkan lidah pahit,liarku dikuncup bungamu
Hingga menjadi penawar para pujangga

Lantas kau…..
Tak perlu kau teteskan lagi gerimis dileting matamu
Karena aku tak mampu menjelma hujan untuk menemanimu
Maka biarlah aku genggam kau
Meski kau panas di dadaku

By:abd azis
08-11-2012
Bandung





GERIMIS DINOVEMBER
Seperti embun yang menetes
Sisakan bekas dalam rakaat malam
Aku diam jua kau diam
Tiba-tiba gerimis mulain teteskan diri
Memisahkan diri dari raga yang lemah

Aku yang tersungkur lemah….
Mencoba terbang dengan sayap-sayap patah
Meski aku tahu,angin menerpa sayapku
Tapi aku akan tegar demi langit ketujuh
By:abd azis
bandung







KEBODOHAN DI NOVEMBER
Aku benar-benar bodoh
Memanggil mu tanpa suara
Dan teleng-teleng angka yang tetap angka dinovember

Kenapa….?
Padahal ia tak memanggilku ataupun bergerimis untukku
Kalau sudah tahu…..!
Lantas kenapa aku sibuk-sibuk memanggilnya dan berdarah untunya..?
Ah,aku benar-benar….
Biarlah,aku lipat semua ini di dadaku
Agar kau tak sinis memandangku

By:abd azis
05-11-2012
Bandung




BIDADARI YANG DUDUK DINOVEMBER
Andai saja sang surya tak terbit di pagi ini
Cukuplah dia tampakkan lesung dipipinya
Sambil duduk di ujung jalan seraya memamerkan wajahnya
Lalu aku akan habiskan waktu untuk menatap wajahnya
Hingga malam menjemput siang

Andai saja malam tanpa bulan dan bintang
Cukuplah dia duduk di teras rumahnya
Sambil melambaikan hitam rambutnya
Lalu angin sebarkan cahaya yang di curinya
Dan daun sepoi berbisik satu sama yang lain
Dan bunga-bunga yang kuncup,lekas mekar jatuhkan diri
Dan aku….
Aku diam-diam mencium bekas bidadari itu
By:abd azis
05-11-2012



LIRIK RINDU DI NOVEMBER
Jangan diam saja “j”
Nyanyikanlah lirik rindu untuk dadaku dinovember ini
Agar aku nyenyak pejamkan mata malam ini
Dan kau terjaga untuk mencium dahiku

Tak perlu resahkan mereka
Mereka telah larut dalam tidurnya masing-masing
Dan malam November ini adalah milik kita untuk melirikkan rindu

By: abd azis
13-11-2012
Bandung







RINDU DI NOVEMBER
Sebentar lagi kita akan bertemu “j”
Bercumbu melepaskan sesak rindu didada novembermu
Seperti jari-jari yang tak lepas dari jarinya

Sebentar lagi kita menyerahkan rindu kita
Seperti belalang yang terperangkap dijaring laba-laba
Tapi kita tahu norma
Normalah yang memberikan batas-batas kita

By: abd azis
13-11-2012
Bandung







CAHAYA DI NOVEMBER
Kau yang jauh dan kau yang dekat
Tak bisa aku melepaskan diri dari remang wajahmu
Meski aku bersanding beribu-ribu bintang
Kau tetap saja muncul dari balik bayang gelap
Bersayap cahaya di lekuk mataku
Lantas aku diam dan tundukkan diri
Dan meneteskan air mata,sesal di hati


By:abd azis
13-11-2012
Bandung







PUISI YANG TAK TERDENGAR
Di November ini “j”
Makin larut….
Angin mencenggram daun-daun
Entah dengan apa…?
Dan entah dibawa kemana..?

Makin larut dan sepi
Puisi-puisi tak lagi terdengar oleh gerimis
Puisi-puisi tak lagi terdengar oleh hujan
Puisi-puisi tak lagi kau dekap,apa lagi menciumnya

Tapi biarlah….
Aku gantungkan jikalau fajar kedua
Agar kau bisa melihatnya
Walau kau tak mendengarnya
By: abd azis
14-11-2012
Bandung

GORESAN DI NOVEMBER
Aku  melihat goresan penamu di kalender
Ada yang hitam ada yang merah,adapula tanpa goresan
Aku tak mengerti apa maksud mu….?

Tiba-tiba saja aku tergores dalam cela mataku
Apa mungkin itu aku…?
Atau mungkin aku angka yang kau tutupi tinta…?
Jika iya….
Kenapa kau lakukan itu…?
Jika tidak…
Kenapa masih ada yang tersisa tanpa goresan…?
Jawablah  “j”
By:abd azis
14-11-2012
Bandung




SEPI MALAMMU
Dari sepi malam mu
Mendecak dadar di dadaku,meski aku gelengkan kepala
Kau masih saja ketuk-ketuk tanpa henti
Dan aku biarkan kau sepi berselimut dingin diluar pintu
Tapi kau memaksa masuk dicela jendela November
aku tak tahu apa yang hendak kau curi…..
by:abd azis
16-11-2012
bandung










MENCIUM BAYANGAN DICELA HUJAN
Aku biarkan kau bebas seperti itu
Kau biarkan aku bebas seperti ini
Tapi kau jangan berhenti mencium hujanku
Meski bercampur lumpur dan mencabik-cabbik gentingmu
Karena aku ingin terkesan dimatamu ataupun di hatimu
Walaupun aku tahu,di hatimu bukan aku melainkan dia

Tapi ciumlah….
Ciumlah sedikit saja bayanganku dicela hujan
Agar aku tenang mengalir membasahi halaman rumahmu
Dan kau tersenyum melepaskanku dalam cinta dadamu

Aku berkata…..
“Aku akan  dating menjengok,itupun kalau kau memanggil”
Dan kau menjawab…...
“datanglah kapan saja,meski aku tak memanggilmu”
Akhirnya aku berlalu….
By:abd azis
17-11-2012.bandung
INILAH CINTAKU
Aku telah memandang jauh kesana
Berjalan lalu berlari kencang
Seperti angin ditiup angin
Seperti ombak di terjang ombak

Aku telah dekat kepadamu “J”
Seperti cintamu didadamu
Seperti nafas di ragamu
Seperti mata di ragamu
Seperti jari dijarimu

Aku telah bersatu denganmu “j”
Seperti hitam dengan hitam
Seperti putih dengan putih
Seperti cahaya dengan cahaya
Lalu apa lagi yang kau ragukan “j”…..?
By:abd azis
17-11-2012
Bandung
MENDEKAT
“Mendekatlah” bisikku pada daun hatimu
“Tidak” tolakmu mentah-mentah dihadapanku
“Terserah kau saja” jawabanku sambil melangkah menjauh

By:abd azis
17-11-2012
Bandung












AKU MEMANGGILMU DALAM CINTA
“J”
Aku memanggilmu di November ini dalam doa
Aku memanggilmu dalam tangis rindu
Dan akulah yang menulis sajak-sajak di dindingmu itu
Agar kau terjaga dan beranjak mendekatiku

“J”
Ketika kau menjauh dari ku
Aku tak tahu dengan apa lagi aku memanggilmu…?
Sementara telingamu telah terbatas untuk mendengar
Dan hatimu telah terselip cintanya dia

Tapi kau perlu tahu “j”
Aku takkan berhenti memanggilmu
Hingga aku pejamkan mata ini untukmu
By;abd azis
17-11-2012,bandung


KAU DAN AKU
Kau telah tercipta untukku
Dan aku tercipta untukmu
Maka jangan ragu untuk mencintaiku
Dan akupun takkan ragu untuk mencintaimu
Karena aku dan kau telah tercipta untuk mencintai



By:abd azis










KERTAS TANPA JUDUL
Kau biarkan aku menjerit dikamarku sendiri “j”
Seperti burung-burung dalam kurung
Tapi masih saja bersiul,mengukir wajah-wajah tanpa hujud dikertas
Mana mungkin aku melukis wajahmu dengan hujud nyata…?
Sementara kau sering kali berpaling arah
Sungguh aku tak tahu arah hatimu…?
Tapi yang pasti aku mencintaimu
Meski kertas ini tanpa judul

By:abd azis
17-11-2012
Bandung







RINGAN “j”
Ringan aku menghitung jariku,dari satu kesepuluh
Ringan aku melihat potret-potretmu dibingkai
Tapi berat aku berpaling arah

Ringan aku berkedip
Tapi berat aku lepas dari wajahmu

Ringan aku mendengar
Tapi aku tersiksa bila kau menghilang

Dan aku ringan mencintaimu
Tapi aku sulit melepaskanmu
Sungguh sulit melupakanmu

Apakah kau sama seperti aku “j”
By:abd azis
17-11-2012
Bandung

RUANG YANG SEPI
Diruas-ruas sepi ini aku menulis sajakmu dikertas bisu
Sambil mata melirik kedinding sepi,mencekam secara tiba-tiba
Dan tangan mulain meremas-remas tanpa benda digenggaman
Buru-buru aku menyapanya dengan lagak linglung
Tapi tak ada suara yang menangkap sapaku
Lekas aku menuju kesudut itu
Mencoba menyadarkan diri dari bayangan yang menjelma hujud
Enntahlah….!!!
Mulutku komat-kamet tanpa henti
Telingaku  tak mendengar mulutku komat-kamet
Apa mungkin takut karena sepi mencekam…?
Atau mungkin saja tak betah dengan sepi…?
Ah…!!!
Sebentar lagi sayap ini tumbuh
Dan bergegas terbang meninggalkan kamar ini
By:abd azis
18-11-2012
bandung

DOA
bila aku beku dalam nyawa
hendaklah kau tarik lisanku untuk berkata
agar kau tahu apa jawabanku…..?

bila aku tetap diam
hendaklah kau peluk aku dalam matiku
lalu lepaskanlah tetes gerimis dimatamu untuk menjelma doa yang menjemputku

by: abd azis
19-112012,bandung









GERIMIS DI MATAKU
Tetes gerimis dimataku
Merayu malaikat untuk merangkul rinduku untukmu
Lalu merebahkan dipundakmu
Dengan harapan kau menjadi milikku

Tapi aku tak tahu…..?
Apakah kau mengerti atau tidak….?
Namun aku takkan bosan merayumu untuk mengerti

By:abd azis
20-11-2012,bandung









BUKAN MAHLUK ABADI
Bila aku tak lagi memanggil namamu sayang
Hendaklah kau memanggil namaku
Jika aku masih diam
Menangislah untukku
Jika aku masih diam
Maka,mendekatlah dan menjauhlah dari ragaku
Sebab aku bukanlah mahluk abadi
Lantas…..
Biarkan aku meyerahkan diri dengan jubah putih
Tapi sisakan ciumanmu dibibirku yang beku
Walau tak utuh untukku “J”

By: ABD AZIS
BANDUNG,08-12-2012






AKU YANG BERGERAK
Sayang……
Aku yang mengejar waktu,malah waktu yang mengejarku
Aku kira,aku yang menang
Ternyata aku kalah seperti musuh yang didekap lakon-lakon
Walaupun aku kalah…..
Masih saja aku bergerak dan berlagak gaya seperti lakon yang menang
Aku mengerti sayang…..
Kau sempat menjegahku untuk mengalah
Dan kau sempat memegang tanganku sambil mengiling-giling kepala
Tapi aku tak semudah itu
Aku dilahirkan untuk mengubah
Bukan untuk mengalah ataupun diam

By:abd azis
Bandung,08-12-2012




BILA  AKU TAK LIHAT
Mata yang terbuka
Terhalang jarak dan waktu
Membuat aku berbisik pada telingaku sendiri “mendekatlah wajah”
Seperti angin yang membelai mesra kulitku dipagi ini

Bila aku tak lihat hujudmu,peluklah tubuhku
Agar aku tahu kehadiranmu disisiku
Bila kau tak mampu memelukku
Hendaklah berbisik ditelingaku,agar aku tahu kedatanganmu
Bila kau tak mampu berbisik
Hendaklah kau pergi dan jangan kembali lagi
Barangkali itu yang terbaik untuk kita melangkah
By:abd azis
Bandung,01-01-2013






SEPERTINYA
sepertinya kau lelah dalam duniaku atau mungkin bosan
jangan-jangan kau masih mencintai orang lain
tapi kenapa kau hadir sepeti bidadari suci…?
Menyihir isi dadaku dan membiarkan aku mencintaimu

Sepertinya kau  tahu ....
Dan sepertinya aku telah terjebak
Sepertinya kau mengerti itu....
Dan sepertinya aku tersiksa
Sepertinya itu tujuanmu
Dan sepertinya aku,ah,biarlah









JARI
Bila aku tak mampu memperlihatkan sepuluh jari dileting matamu
Maka aku tunjukkan satu jari kearah dadaku
Agar kau tahu......
Bahwa tak perlu jari untuk menghitung angka-angka yang tersalip didadaku jua kau

By:ABD AZIS
BANDUNG,15-02-2013












CERITA
Di oktober yang nyaris hilang diujung waktu
Kau datang dengan wajah lelah dan air mata tumpah
Lalu kau peluk aku seraya berbisik “jangan tinggalkan aku”
Aku hanya diam
Tak lama kau melepaskan tubuhku dari pelukanmu
Lalu kau duduk sambil memperlihatkan jari-jarimu dan kau mulain menghitung satu,dua,tiga,empat,lima,enam,tujuh,lapan,sembilan,sepuluh
Selesai kau menghitung
Kau kembali menangis
Hingga aku bertanya “kenapa”
Dan kau menjawab “tak apa-apa”
Aku bertanya lagi “kenapa menangis...?”
Dan kau menjawab “jariku mulain keriput”
Akupun mengerti.....






Perjuangan Tenaga Kerja Wanita dalam Meraih Cita-Cita

Judul Buku             : TKW Mencari Surga Penulis Buku                        : Asa Suzhanty & Abd Azis Ana Penerbit Bu...