Minggu, 21 Juli 2013



AKU DAN HUJAN
Nama                                   :ABD AZIS
Tempat/tanggal lahir           :SAMPANG,16-05-1992
Jenis kelamen                      :LAKI-LAKI Gol. Darah B +
Alamat                                 :JL.PITARANI NO:36-PITA LOKA-KBP
RW/RT                                :001/001
Desa/kel                               :CIPEUNDEUY
Kecamatan                           :PADALARANG
Agama                                  :ISLAM
Hobi                                      :menulis
Aku berteriak bukan karena aku sakit
Aku berteriak karena kau tuli
Aku berteriak bukan karena aku gila
Aku berteriak karena kau meraja rela
Aku berteriak bukan karena suaraku lantang
Aku berteriak karena kau semakin tak karuan
Aku berteriak bukan karena suaraku banyak
Aku berteriak karena kau.....!
Ah,berengsek,aku tak perduli kau siapa....?
AKU DAN HUJAN
Di pojok dinding hitam “ASIA AFRIKA BANDUNG”
Aku sandarkan tubuhku persis dengan sepeda tuaku
Mula-mula aku berfikir,kalau aku ini adalah hujan dan hujan adalah aku
Nyatanya aku bukan seperti itu….
Aku kalah kegigilan seperti pencuri tertangkap basah
Lalu aku menarik nafas dalam-dalam dan aku hembuskan pelan-pelan
Seperti ibu melahirkan banyi
Lantas aku melirik keBAN sepedaku “berengsek,keparat” caciku
Kenapa kau tusuk BAN sepedaku…?
Kenapa kau tak tusuk saja raksasa itu….?
Oh,tidak…..!!!
Dari cacian pecah air mataku
Ketika aku menyaksikan anak kecil bermain dengan hujan di setopan
Ketika aku menyaksikan ibu tua memainkan tepukan tangan sambil memintah upah
Ketika banci-banci bergaya leter sambil merayu mata
Ketika orang gila tergapar dibawah lampu merah dan bercumbu hujan
Sementara raksasa mewah itu terus menutup kaca
Tiba-tiba aku berteriak sambil menjing-jing sepeda dipundakku “merdeka untuk orang-orang tuli disana”


01-01-2013
Kita tak pernah kala sayang dalam memeluk mimpi-mimpi
Kita tidur,lalu bangun
Kita jatuh,lalu berdiri
Kita berhenti,lalu berjalan
Kita berjalan,lalu terbang
Kita diam,lalu berbicara
Apa lagi yang kita ragukan sayang ….?
Dikota-kota ini kita saling memangil-manggil nama kita
Diatas aspal, hujan,panas,angin,bercumbu dengan tubuh ku
Lalu aku berkata “aku masih kuat sayang”
Lantaran cinta jatuh  diranjang dan melma apa saja….?
Lantas kau….. “marilah” jalan masih panjang untuk kita telusuri
Pegang tanganku,jangan sampai kau lepaskan
Sebab waktu mengejar kita sambil berbisik “mati,mati”




SEORANG IBU
Dipagi yang cerah,02-01-2013,gerimis membasahi aspal-aspal
Dan daun di trotuar kota ASIA AFRIKA BANDUNG,diam kegigilan
Tapi tidak dengan ku yang melaju dengan sepeda hitam
Gerimis yang segera menjelma hujan adalah anungrah dari Tuhan yang aku peluk dengan mimpi
Lalu aku berhenti dilampu merah seperti besi-besi berwarna mewah
Aku diam sejenak seperti setetes hujan diujung jari
Aku melirik kekiri, kekanan semuanya besi raksasa mewah
Tiba-tiba lirikanku tertahan dipojok lampu merah
Aku melihat seorang wanita tua,ia tersenyum sambil berkata diluar kaca hitam “kasih ibu uang,tolong kasih ibu uang,ibu belum makan”
Tapi diantara besi-besi itu hanya satu yang memberinya uang “ini ibu uang”
Lalu ia menelang-nelangnya sambil berkata “hanya seribu”
Lantas lampu merah berubah hijau,dan wanita itu kembali ketempatnya dengan wajah lelah  dan mata  cekung
Akupun meninggalkan wanita itu tanpa bekas ataupun kesan dimatanya





KAKEK
Jam 12,00 di masjid agung bandung
Aku diam sambil menyandarkan tubuhku di tiang masjid yang mencakar langit-langit
Sementara diluar hujan deras membuat orang-orang  singgah kedalam masijd agung
Aku masih tenang menyadarkan tubuhku seraya bisik-bisik  tanpa terdengar telinga yang lain
Tiba-tiba suara menyapaku dari belakang “boleh aku Tanya sesuatu anak muda…?”
Dengan cepat aku menoleh,dan mataku menangkap sesosok laki-laki tua,dengan sopan aku menjawab“boleh kakek,Tanya apa…?”
Dengan suara terbata-bata “ini tempat apa nak…?”  “ini masjid kakek” “memangnya ini masjidnya siapa…?” “masjidnya seluruh ummat islam kakek”
Lantas kakek  itu diam dan duduk persis didekatku bersandar,tak lama kakek itu bersuara lagi, “kata orang-orang masjid rumahnya Tuhan,lalu dimana Tuhan….?”
Mendengar pertanyaan kakek itu membuat aku linglung tujuh keliling
Dengan pelan aku menarik nafas dan memuntahkanya dengan cepat,lalu aku menjawab santai “kakek,masjid ini adalah rumah Tuhan,tapi Tuhan ada di hati kita dan di hati kakek”
Tanpa banyak komentar ia meneteskan air mata dan langsung sujud seraya menjerit “Tuhan ampunilah hamba-mu yang hampir bertemu dengan-Mu” sementara aku hanya mampu tertunduk diam


















BANDUNG
Dari jam 6,00 aku menunggu jam 12,00 disudut malam TRAS STATION BANDUNG,aku melirik kekiri dan kekanan,berharap ada orang yang menemaniku dan mengajakku ngobrol tentang kota BANDUNG ini,tapi apa yang aku harapkan nihil,semuanya menyebukkan diri, entah untuk apa dan untuk siapa…? Tapi yang pasti aku sunyi dikeramaian ini.tiba-tiba langit malam menjatuhkan gerimes di pertengahan 01-01-2013,lalu trompet-trompet berbunyi dan disusul dengan letusan api di setiap penjuru kota bandung,bintang yang tertutup awan hitam berubah menjadi langit yag berwarna,aku mulain terpesona dibuatnya,tapi lebih terpesona lagi aku dibuatnya,mataku melotot kearah pemulung tua,dengan punggung jongkok ia mengambil kaleng,pelastik.kertas dan botol-botol aqua,hingga pemulung itu mendekatiku dan ia mengambil botol didepanku.sambil ia berkata “demi keluarga tahun baru aku bekerja” mendegar keluhan pemulung itu aku diam membeku,membiarkan gerimes bercumbu mesra ketubuhku.dengan cepat aku menyadarkan diri dan menghampiri pemulung itu sambil aku berkata “maaf bapak,aku ganggu pekerjaan bapak,aku hanya ingin mengucapkan selamat tahun baru 2013 dan ini kado buat bapak” dengan wajah indah dan senyum indah pemulung itu menjawab “terimakasih nak dan selamat tahun baru 2013” dan pemulung itupun melanjutkan pekerjaanya dan akupun kembali duduk ketempat asalku

Perjuangan Tenaga Kerja Wanita dalam Meraih Cita-Cita

Judul Buku             : TKW Mencari Surga Penulis Buku                        : Asa Suzhanty & Abd Azis Ana Penerbit Bu...