
Nama :ABD AZIS
Tempat/tanggal lahir :SAMPANG,16-05-1992
Jenis kelamen :LAKI-LAKI Gol. Darah B +
Alamat :JL.PITARANI
NO:36-PITA LOKA-KBP
RW/RT :001/001
Desa/kel :CIPEUNDEUY
Kecamatan :PADALARANG
Agama :ISLAM
Hobi :menulis
Aku berteriak bukan karena aku sakit
Aku berteriak karena kau tuli
Aku berteriak bukan karena aku gila
Aku berteriak karena kau meraja rela
Aku berteriak bukan karena suaraku lantang
Aku berteriak karena kau semakin tak karuan
Aku berteriak bukan karena suaraku banyak
Aku berteriak karena kau.....!
Ah,berengsek,aku tak perduli kau siapa....?
AKU
DAN HUJAN
Di pojok dinding hitam “ASIA AFRIKA
BANDUNG”
Aku sandarkan tubuhku persis dengan
sepeda tuaku
Mula-mula aku berfikir,kalau aku ini
adalah hujan dan hujan adalah aku
Nyatanya aku bukan seperti itu….
Aku kalah kegigilan seperti pencuri
tertangkap basah
Lalu aku menarik nafas dalam-dalam dan
aku hembuskan pelan-pelan
Seperti ibu melahirkan banyi
Lantas aku melirik keBAN sepedaku “berengsek,keparat” caciku
Kenapa kau tusuk BAN sepedaku…?
Kenapa kau tak tusuk saja raksasa itu….?
Oh,tidak…..!!!
Dari cacian pecah air mataku
Ketika aku menyaksikan anak kecil
bermain dengan hujan di setopan
Ketika aku menyaksikan ibu tua memainkan
tepukan tangan sambil memintah upah
Ketika banci-banci bergaya leter sambil
merayu mata
Ketika orang gila tergapar dibawah lampu
merah dan bercumbu hujan
Sementara raksasa mewah itu terus
menutup kaca
Tiba-tiba aku berteriak sambil
menjing-jing sepeda dipundakku “merdeka untuk orang-orang tuli disana”
01-01-2013
Kita tak pernah kala sayang dalam
memeluk mimpi-mimpi
Kita tidur,lalu bangun
Kita jatuh,lalu berdiri
Kita berhenti,lalu berjalan
Kita berjalan,lalu terbang
Kita diam,lalu berbicara
Apa lagi yang kita ragukan sayang ….?
Dikota-kota ini kita saling
memangil-manggil nama kita
Diatas aspal, hujan,panas,angin,bercumbu
dengan tubuh ku
Lalu aku berkata “aku masih kuat sayang”
Lantaran cinta jatuh diranjang dan melma apa saja….?
Lantas kau….. “marilah” jalan masih
panjang untuk kita telusuri
Pegang tanganku,jangan sampai kau
lepaskan
Sebab waktu mengejar kita sambil
berbisik “mati,mati”
SEORANG IBU
Dipagi
yang cerah,02-01-2013,gerimis membasahi aspal-aspal
Dan
daun di trotuar kota ASIA AFRIKA BANDUNG,diam kegigilan
Tapi
tidak dengan ku yang melaju dengan sepeda hitam
Gerimis
yang segera menjelma hujan adalah anungrah dari Tuhan yang aku peluk dengan
mimpi
Lalu
aku berhenti dilampu merah seperti besi-besi berwarna mewah
Aku diam sejenak seperti setetes hujan
diujung jari
Aku melirik kekiri, kekanan semuanya besi raksasa
mewah
Tiba-tiba lirikanku tertahan dipojok
lampu merah
Aku melihat seorang wanita tua,ia
tersenyum sambil berkata diluar kaca hitam “kasih ibu uang,tolong kasih ibu
uang,ibu belum makan”
Tapi diantara besi-besi itu hanya satu yang memberinya uang “ini ibu
uang”
Lalu ia menelang-nelangnya sambil berkata
“hanya seribu”
Lantas lampu merah berubah hijau,dan
wanita itu kembali ketempatnya dengan wajah lelah dan mata
cekung
Akupun meninggalkan wanita itu tanpa
bekas ataupun kesan dimatanya
KAKEK
Jam
12,00 di masjid agung bandung
Aku diam sambil menyandarkan tubuhku di
tiang masjid yang mencakar langit-langit
Sementara diluar hujan deras membuat
orang-orang singgah kedalam masijd agung
Aku masih tenang menyadarkan tubuhku
seraya bisik-bisik tanpa terdengar
telinga yang lain
Tiba-tiba suara menyapaku dari belakang
“boleh aku Tanya sesuatu anak muda…?”
Dengan cepat aku menoleh,dan mataku
menangkap sesosok laki-laki tua,dengan sopan aku menjawab“boleh kakek,Tanya
apa…?”
Dengan suara terbata-bata “ini tempat
apa nak…?” “ini masjid kakek” “memangnya
ini masjidnya siapa…?” “masjidnya seluruh ummat islam kakek”
Lantas kakek itu diam dan duduk persis didekatku bersandar,tak
lama kakek itu bersuara lagi, “kata orang-orang masjid rumahnya Tuhan,lalu
dimana Tuhan….?”
Mendengar pertanyaan kakek itu membuat
aku linglung tujuh keliling
Dengan pelan aku menarik nafas dan
memuntahkanya dengan cepat,lalu aku menjawab santai “kakek,masjid ini adalah
rumah Tuhan,tapi Tuhan ada di hati kita
dan di hati kakek”
Tanpa banyak komentar ia meneteskan air
mata dan langsung sujud seraya menjerit “Tuhan ampunilah hamba-mu yang
hampir bertemu dengan-Mu” sementara aku hanya mampu tertunduk diam
BANDUNG
Dari jam 6,00 aku
menunggu jam 12,00 disudut malam TRAS STATION BANDUNG,aku melirik kekiri dan
kekanan,berharap ada orang yang menemaniku dan mengajakku ngobrol tentang kota
BANDUNG ini,tapi apa yang aku harapkan nihil,semuanya menyebukkan diri, entah
untuk apa dan untuk siapa…? Tapi yang pasti aku sunyi dikeramaian ini.tiba-tiba
langit malam menjatuhkan gerimes di pertengahan 01-01-2013,lalu trompet-trompet
berbunyi dan disusul dengan letusan api di setiap penjuru kota bandung,bintang yang
tertutup awan hitam berubah menjadi langit yag berwarna,aku mulain terpesona
dibuatnya,tapi lebih terpesona lagi aku dibuatnya,mataku melotot kearah
pemulung tua,dengan punggung jongkok ia mengambil kaleng,pelastik.kertas dan
botol-botol aqua,hingga pemulung itu mendekatiku dan ia mengambil botol
didepanku.sambil ia berkata “demi keluarga tahun baru aku bekerja” mendegar
keluhan pemulung itu aku diam membeku,membiarkan gerimes bercumbu mesra
ketubuhku.dengan cepat aku menyadarkan diri dan menghampiri pemulung itu sambil
aku berkata “maaf bapak,aku ganggu pekerjaan bapak,aku hanya ingin mengucapkan
selamat tahun baru 2013 dan ini kado buat bapak” dengan wajah indah dan senyum
indah pemulung itu menjawab “terimakasih nak dan selamat tahun baru 2013” dan
pemulung itupun melanjutkan pekerjaanya dan akupun kembali duduk ketempat asalku