Senin, 23 September 2013



KAU DAN AKU


Baru saja aku temukan nafasmu diangin yang telah mati,angin pagi,angin siang,angin sore,angin malam bahkan di dalam nafasku

Barangkali kau adalah aku dan aku adalah kau




PULANG KEPAGI
Pagi-pagi telah aku lihat kau pulang kepagi yang tentram ini padahal tadi malam aku lihat kau di dadar tipis dan di selokan dan di gang-gang kota yang mati

Tadi malam aku lihat wajahmu yang berbentuk tua dan muda,apa mungkin kau adalah dua jenis...?


KATAMU
Katamu:matanya rembulan,hidungnya rembulan,telinganya rembulan,mulutnya rembulan,rambutnya rembulan
Katamu pula;wajahnya rembulan,bahunya rembulan,pundaknya rembulan,tanganya rembulan,pinggulnya rembulan,kakinya rembulan
Tapi kataku:yang di pelihara itu domba







IA MENAMAKAN KENANGAN
Wanita tua itu menemukan ia tergeletak di sudut-sudut kota yang nyaris tak dikenal lagi,wanita itu lekas mengambil dan menaruhnya dalam saku yang bau keringat lantara mondar-mandir di bawah mentari sambil berkicau wanita itu menawarkan temuanya keorang yang asyik duduk sambil menghisap rokok “barang temuan aku obrol,barang temuan ini aku namakan kenangan buat perutku yang bernyanyi kelaparan maka belilah” tanpa kata lelaki tua  itu pergi seraya membanting buntung rokonya kelantai dan wanita tua itu kembali menawarkan di lampu merah.

BUKU TUA
Lihatlah aku,dan tetap bersamaku dalam cerita ini,sebab malaikat akan jua bercerita kepada Tuhan
Aku ambil buku tua dalam sakuku yang kusut itu lalu lekas aku tulis namamu dan namaku dalam baris satu supaya tak tertukar dengan yang lain
Andaikan aku tulis semuanya,mungkin kau tak kuasa lari dari pengawasan sajakku






BANGUNLAH BIDADARI RANJANG
Bangunlah bidadari ranjang,kita telah selesai tidur nyenyak, marilah kita lihat di luar rumh barangkali kita melihat daun dengan embun yang sedang bercinta di pagi buta ini.
Jika kita melihatnya jangan sekali-kali kau ganggu dengan bisikan ataupun getaran dadamu karena ia lebih tajam dari pada kita yang baru lahir bercinta

MENGHENTIKAN ANGIN UNTUK MU
Aku hentikan angin yang meresahkan dadamu itu dan aku ikat dengan jaring yang telah aku buat tadi malam

Jika ia berontak.....
Aku paksa ia masuk dalam botol kecil dan aku lemparkan ketengah laut yang angkuh,jika ia tak mau aku kutuk ia menjadi batu seperti MALIN KUNDANG yang di kutuk sang ibunya








DI GANG-GANG TUA ITU
Di gang-gang tua itu ada lelaki tua sedang duduk dengan sebatang rokok basah,ia berkali-kali menyalakan korek dengan jari yang bergetar kedinginan.
Tak kuasa menahan dingin lelaki tua itu lekas membaringkan tubuhnya di atas kardus yang ia tumpuk sebagai kasur empuk,dengan pelan matanya mulain di tutup dan berusaha melupakan kejamnya perjalanan dan angkuhnya manusia di sekitar matanya pelan ia berbisik di atas kardus “tidurlah mata yang lelah sebab di sekitar tak lagi punya cinta,marilah kita temui Tuhan dan kita tagih janji-janjinya”

TUHAN TEMUKAN KU
Aku kira Tuhan tak menemukanku dan tak menegor gerak-gerak yang dilarang,tapi kenyataanya Tuhan menemukanku meski aku sembunyi di cela-cela yang tak terlihat dan Tuhan menegorku dengan sopan dan lembut


PESAN UNTUK TUHAN
Ternyata:ia telah bagun bersama embun yang menetes di pagi ini dan meninggalkan pesan untuk Tuhan yang baru saja membangunkannya,




CERITA DI TEMPAT SAMPAH
Lelaki tua itu merayu istrinya yang sedang bersedih hati lantaran baru bangun tidur tak mendapatkan sesuap nasi

Lantas lelaki tua itu mendekatkan bisikannya di telinga istrinya “sayang,kau adalah bidadariku yang menemaniku di surga yang penuh dendam dan kebencian ini dan kau pula yang mampu memahami keadaanku dan menerima kekuranganku,maka marilah kita kutuk sampah-sampah ini menjadi sesuap nasi barangkali kita bisa melakukanya,jika tidak,biarkan Tuhan yang mengutukkanya untuk kita,jika itu mustahil,maka pejamkanlah mata kita sayang, siapa tahu ketika mata kita terbuka dunia berubah surga abadi dan kita abadi pula”











MARILAH KITA DUDUK DI DEKAT SAMPAH INI
Seorang istri bertanya kepada suaminya “sayang apa yang kau lihat di sana tadi sore itu..?” suamipun menjawab dengan wajah tersenyum “aku melihat seorang wanita yang berjilbab hijau dan baju batik yang melilit indah di setiap tubuh wanita itu sayang” lantas istripun segera merayu suaminya dengan wajah lelah “sayang,marilah kita duduk di dekat sampah ini dan marilah kita pandang bayangan kita masing-masing,bukankah kita ini hanya sekedar bayang di tengah malam”
“Bukankah begitu sayang...?”

AKU MELIHAT JANUR MELENGKUNG
Aku melihat janur kuning di pintu rumahmu,aku melihat janur itu telah melengkung rapi,angin mulain menjauh dan sinar matahari membakar asaku yang terpendam dalam dadaku,
Sayang,dari dinginnya janur-janur kuning itu telah melupakan sisa-sisa percakapan kita di dekat sungai itu
Doa yang tentram menyertaimu,dari sekian lama,dari sekian nafas dan dari bayang-bayang menghilang melupakan kita selamanya,maka hendak kau cintai ia seperti aku mencintaimu






KITA TEMUKAN BAU DI TEMPAT INI
Dari kemaren kita telah temukan bau busuk di tempat ini sayang,tapi kalau kita tak bersekutu dengan bau busuk ini tentu kita takkan temukan nasi di balik-baliknya,
Dari matamu yang bening itu,aku mampu menamakan diriku sebagai pengabdian dan sedangkan kau aku namakan kenangan meski bau busuk telah bercumbu dengan kulit kita

KEPADA KOTA-KOTA
Dari sudut-sudut kota lelaki itu berjalan dengan pelan bersama doa-doa yang tak terdegar,kepada kota yang berdenyut kencang entah karena resah entah karena bosan, tapi aku titip peasan kepada kota tua “hendaklah kau sabar dan lapangkan dadamu dan hendaklah tahan nanamu yang kian muntah”


KITA TULIS SAJA SEPI INI DI DADA KITA
Lebih baik kau diam dari pada mukamu luka,biarkan aku saja yang berteriak di antra mereka yang penuh iri hati,jika mereka tak mendengar ataupun pura-pura tak mendenagr.
Kita tulis saja sepi ini di dada kita masing-masing dan biarkan malam memanggil sepi ini dan mata malam kian melihat kita dengan mata telanjang



DI SEBUAH PINTU TUA
Di sebuah pintu tua kota,kita duduk bersama dan saling tukar-menukar ide.
Bisiknya “mau kemanakan kaleng-kaleng ini kawan...?”
Lantas di antara kita menjawab “lebih baik kita jual dan jadikan sesuap nasi dan lau-launya atau mungkin kita biarkan saja di depan kita dan tunggu sampai menjadi nasi”

KITA BISIKKAN INI DI TEMPAT INI
Dari pada kau menunggu senja tenggelam,lebih baik kau bisikan ini di tempat ini supaya tak basi,aku tahu,kau takkan bisikka ini di tempat kotor ini tapi kita sudah tak  punya hari lagi sayang,
Hari kemaren itu hayalah bayangan dan hari esok hanya sebuah pikiran,maka cepatlah kau bisikan ini di tempat ini sebab yang kita punya hanyalah hari ini sayang.









ADA YANG LUPA
Ada yang lupa,entah aku entah mukaku entah bayanganku entah pikiranku
Entahlah........?

PILIHAN KITA
Kita telah memilih tempat ini untuk kita tidurin semalaman sayang,janganlah kau bisikkan keresahan atau mengaduh pada Tuhanmu sebab Tuhan tak senang mendengar bisikan dadamu yang lemah itu.
Biarkan tempat ini yang akan mencatat gerak dan bisikan kita selama kita singgah di tempat ini,
Dan biarkan pula malaikat yang akan menceritakan tentang kita kepada Tuhan sayang,karena malaikat adalah malaikat kita dan ia takkan menghianati kita









LAMPU KITA
Lihatlah lampu kita sayang.ia bersinar indah tampa kabel atau tiang-tiang listrik,ia bersinar untuk orang-orang semacam kita yang tak punya atap ataupun jendela yang terbuka separuh.

Orang semacam kita hanya mampu berhayal tinggi,berhayal punya rumah indah lengkap dengan taman bunga dan anak-anak kita bermain petak umpet dengan kupu-kupu kecil

Tapi kita tetaplah bersyukur kepada Tuhan yang menciptakan semua ini.
Maka lihatlah sayang......
Lihatlah lampu itu sayang,kita sungguh kaya malam ini karena orang rumah takkan punya lampu semacam ini










MALAM-MALAM
Marilah kita bercinta malam ini sayang,meski angin malam membekukan cinta kita tapi tidak dengan dada kita yang berdenyut kencang,
Lantas apa yang kau ragukan lagi....?
Sementara malam-malam telah tidur bersama dada tak bercinta dan malam-malam kita adalah malam cimta


SEPERTI DI PERSIMPANGAN
Aku juluki kau seniman yang liar karena kau perna berbisik di telingaku yang sedang tuli “kita ini seperti persimpangan kawan,meski pun begitu setidaknya kau mampir dulu dan minum kopi atau segelas teh dan menyalakan sebatang rokok untuk kau nikmati”








AJAL KITA
Akankah ajal kita ada di sini sayang,
Terkubur bersama sampah atau mungkin malam-malam yang akan mengubur raga kita,
Kita mulain kenal kecemasan yang menyapa di antara antrian mereka ia melipat-lipat wajah kita dan di asingkan di tempat yang belum kita kenal,
Sebelum kita di asingkan:lihatlah wajahku dan kau hafalkan baik-baik sayang barangkali kita berjumpa lagi


BISIKAN SEORANG PEMULUNG KEPADA TUHAN
Lelaki itu menjerit kesakitan seperti keledai di terkam singa,
Ini aku Tuhan,ini aku Tuhan,ini aku Tuhan dan ini milik-Mu
Maka dengarkanlah bisikanku di hadapan-Mu dan kabulkan permintaanku seperti kau mengabulkan perpintaan kekasih-Mu

Bandung,2013






KETIKA MALAM TIBA
Ketika malam tiba ia berjalan ketempat persinggahan perut kosong sambil ia memeluk karung yang telah kotor dan bau sampah.
Sepeti tak menghiraukan bunyi sepatu yang selalu menemaninya di sepanjang jalan,ia hanya menerka-nerka dalam benaknya “barangkali lampu besar ataupun lampu kecil masih menyala untukku,untuk jalan-jalan gelapku” tiba-tiba pikiranya kembali lenyap lantas ia menarik nafas dalam-dalam lalu di keluarkan pelan-pelan seraya ia berbisik “selamat malam kesunyian,aku tahu kau selalu menyapa siapapun termasuk semacam diriku ini,maka aku tak heran lagi kecemasan memanggil-manggil di telingaku yang lumayan tuli ini”

Bandung,14-09-2013


TENGAH MALAM
“sayang” jalan-jalan telah gelap,lampu telah tak menyala lagi untuk kita sapa tapi angin terus saja memanggil-manggil namaku untuk bermain dalam kesunyian.
Akupun panggil namamu ketika angin berhenti memanggil namaku barangkali kau mendengar
Jika tidak.........
Lekas kau lenyap dalam dadaku  karena masih banyak nama-nama yang belum aku panggil          
BUNGA KERTAS
Lihatlah bunga-bunga kertas di langit-langit kamar mu sayang,
Barangkali masih ada kenangan di cela-celanya atau mungkin bintang yang samar oleh mata indahmu
Ingatkah kau sayang.....?
Bunga kertas yang aku lipat waktu itu,adalah kertas yang aku ambil dari tempat tong sampah di dekat rumahmu
Jika masih ingat:bisikkan suara indahmu di dekatnya barangkali ia hidup dan tak pernah mati
Bandung,2013

KITA SAMA-SAMA BERBISIK
Marilah kita saling berbisik,dari telinga kiri ketelinga kanan,siapa tahu malaikat tak mendengar apa yang kita bisikkan ini.
Jika sekiranya malaikat mendengar “tak usa kita berbisik karena bisikan kita adalah rahasia hati”

Bandung,2013






LIPATAN KERTAS PUTIH
Ingatkah kau sayang waktu itu...?
Hujan turun di tengah-tengah perjalanan kita menuju rumah kertas
Kita pandang ilalang yang kedinginan,pohon-pohon basah kuyuk seperti baju kita yang tak bisa di keringkan dalam satu jam
Tak ada yang menyaksikanya di kala itu hanya saja lipatan kertas putih yang basah pula,barangkali ia sempat menyimpan kenangan kita
Kelak jika kita lupa atau pikun:tanyalah kertas itu
Bandung,2013

KITA NAMAKAN
Kita namakan ini kenangan
Kenangan yang tertulis atau tak tertulis
Jika kenangan ini tertulis:biarkan mereka yang membacanya dan menceritakan kepada anak-anaknya
Jika kenangan ini tak tertulis:biarkan pula mereka yang menceritakanya lewat mulut kemulut

Bandug,2013



MARI KITA SAKSIKAN
Mari kita saksikan debu-debu  yang berterbangan dan jatuh entah kemana
Mari kita saksikan musim semi dan musim-musiman
Mari kita saksikan dan kita akan kembali lagi keasal kita
Mari kita saksikan lebih lama  dan lebih jauh lagi maka kita akan jumpai

Bandung,2013


TANPA APA PUN
mereka jumpai malam-malam dengan kemanjaan baju tidur,kasur,bantal,seperai,jendela,pintu dan korden-korden yang indah melambai di setiap sudut kamar
sementara kita sayang,kita hanya jumpai malam dengan sapaan kesepian tanpa baju tidur,tanpa kasur,tanpa bantal,tanpa seperai,tanpa jendela,tanpa pintu,tanpa korden-korden
tapi kita santai saja di pelukan malam dan dinginya angin sepertinya kita telah biasa dengan kebiasaan malam.
Bandung,2013

Perjuangan Tenaga Kerja Wanita dalam Meraih Cita-Cita

Judul Buku             : TKW Mencari Surga Penulis Buku                        : Asa Suzhanty & Abd Azis Ana Penerbit Bu...