SAJAK CIANJUR “S”
Karya :ABD AZIS
Ditulis
:CIANJUR,29-05-2013
Karya ini untuk diri sendiri
Maaf bila aku hedak menyakiti
Tak ada kata indah yang bisa aku rangkul
kecuali “maafmu dihati”
Dan bukan maksud aku untuk memujimu atau menggagumimu
Sebab aku merasa tak pantas karena kau “S”
terlalu lugu dimataku yang lancang ini...........
CIANJUR,29-03-2013
Berawal dari 29-03-2013
Aku bernafas disetiap gerak tubuhku
Menghirup aroma cianjur
Lekas bibirku berwirit “SUBHANAALLAH”
Dan tangan mulain mengelus-ngelus dada
Berawal dari 29-03-2013
Aku terlempar jauh dari kelahiranku
Menghirup tanah subur cianjur yang indah
Lekas aku pijakkan kaki disetiap setapak
Berawal dari 29-03-2013
Aku tulis sajak-sajak indah tentang cianjur
Aku tulis sajak-sajak liar tentang wajah cianjur
Aku ukir tanpa hujud dileting mataku “S”
By :ABD AZIS
WANITA CIANJUR “S”
Lelah nafaku
Aku tarik pelan-pelan dalam sukma
Dan merebahkannya di ruang tamu
Sementara malam kian larut
Memanggil mata yang lelah dan memaksa menedurkannya
Malam terus memanggil cela dadaku
Lantas aku diam
Linglung seperti burung hilang sangkarnya
Tiba-tiba saja mataku lancang melirik
Seperti kehalalal yang hak aku pandang
Kau kah itu “bisikku dalam dada”
Lantas kau mendekat seperti angin menjelma angin
Lalu kau julurkan tangan dengan tawaran senyum
Aku menyambutnya dengan senyum malu seraya berkata”ini
aku”
Kaupun kembali tersenyum sambil berkata “iya”
Aku mengerti......
Lekas aku bercumbu dengan keindahan wajah cianjur
By : ABD AZIS
LIMA ASTA
Aku dan dia hanya berjarak lima asta
Mengukur dari jari-jari yang tak masuk akal
Dan menghitungnya dengan pelan “lima asta”
Aku diam dilima asta itu
Diapun diam dilima asta pula
Hanya saja yogi iskandar tersenyum dan ketawa dengan dia
Ah, bisikku pelan
Aku diam mungkin karena aku tak kenal
Atau mungkin karena aku pemalu
Tapi....
Yogi iskandar riang ketawa dengan dia
Ternyata mereka telah kenal
Sementara aku hanya kenal dalam lima asta
By :ABD AZIS
RAKAAT
Malam kian sunyi
Angin kian menusuk pori-pori kakiku
makin laru dalam sapaan cianjur
hanya saja tiga orang lepas ketawa diruang tamu
Dan TV terus bernyanyi meski tak diperdulikan
Semetara jam tanganku berdetak
Seperti bunyi jantungku yang menatap wajah
Lalu aku lirik jamku yang ikut ketawa
Ah,sial
Hampir saja isya’ku hilang,lantaran wajah indah
Gegas kakiku melangkah
Sucikan muka,sucikan tangan,sucikan kepala,sucikan kaki
Lekas aku menjelma dalam rakaat
Hingga rakaatku bersayap doa diatas sajadah “S”
Dan bermain di dinding putih
“Allah,hamba tak tahu getar apa didadaku,semoga ini
hilang bersama salam akhirku” bisikku malam itu
DIRUANG
Di ruang itu aku mencuri
Mencuri wajah indah yang Tuhan ciptakan
Melirik sambil tertunduk malu
Aku tak tahu......?
Dosakah aku...?
Menikmati keindahan tanpa kehalalal
By :ABD AZIS
TAKDIR
Ya Allah......
Tadir-MU telah melilitku
Takdir-MU pula aku bertemu “S”
Meski hanya sekejab dalam takdir
Tapi terimakasihku pada takdir-MU
Ya Allah....
Hamba tak tahu yang tertulis dilauhil mahfhudz
Tapi hamba yakin cerita itu indah dalam takdirku jua “S”
Hamba hanya bisa menyerahkan pada-MU
Sebab dan akibat hanya engkau yang tahu
By :ABD AZIS
LAUHIL MAHFHUDZ
Tertulis kau “S”dalam lauhil mahfhudz jua aku
Bukan kebetulan kita bertemu dan berpisah
Sebab didunia ini tak ada yang kebetulan
Melainkan lauhil mahfhudz yang melilit kita
Aku yang jauh
Melangkah mendekat kerumahmu “S”
Bertemu dan duduk bersama
Tersenyum dan ketawa
Itu bukanlah kebetulan melainkan takdir kita
Lantas apakah aku menyalahkan takdir....?
Ketika kita berpisah
Tidak.....
Tak perlu aku salahkan takdir
Sebab wajah mu telah aku bawa dalam dada
By :ABD AZIS
GENDING BANK-BANK WETAN
Sebelum dending bank-bank wetan
Aku bersujud disajah panjang
Menghitung jari diruang sujud “S”
Berbisik pelan
Sementara diruang “S” gelap tanpa cahaya
Aku terus menghitung
Hingga wajah “S” tiba-tiba merayu hayalku
Laun aku menyebut nama “Allah” dalam hitung jariku
Agar aku mampu
menahan
Tak lama.....
Gending bank-bank wetan terbit
Dan aku berlalu
By :ABD AZIS
AKU PERGI TAK LIHAT WAJAH “S”
Dari jarak dekat aku tak lihat bayang
Meski aku berpura-pura berisik diruang
Kau masih saja tertidur pulas dalam kamar
Hingga aku hilang dalam pandang
Hanya saja aku tinggalkan jejak salam
Meski tak terdengar
Semoga kau masih ingat aku
Meski wajahku remang di malam itu
Tapi wajahmu nyata dileting mataku
Aku pergi “S”
Dengan kenangan tak terlupakan
By; ABD AZIS
LANGKAH KU
Pelan aku melangkah meninggalkan rumah “S”
Ada kenangan melilit dadaku
Aku tak ingin hilang dari rumah “S”
Aku tak ingin nyaris mati diterpa angin pagi
Maka,aku menjelma hujud yang tak ada
Karena aku tak ingin lepas dari ruang itu
Apa lagi tajam matamu menikam dadaku
Aku tinggalkan sukmaku diruang “S”
Agar aku tahu gerak indahnya
Dan segera berbisik di fajar kedua
By: ABD AZIS
AKU TITIPKAN SUKMAKU (1)
Sebelum surya terbit dibalik bukit cianjur
Aku titip sukmku diruang sujud “S”
Dan membiarkanya bersekutu dengan mukenak yang tergantung
Lalu aku bisikkan pelan disetiap sudut ruang
“jangan lupakan wajahku dan aku takkan lupakan wajahmu”
Lama aku tertunduk
Tak lama dari itu
Tanganku meraba kertas yang memanggil indah diruang-ruang
Aku mulain membuka dan mengeja alif
Hingga terangkum lafat indah dalam bibir
Dan aku titipkan sukmaku disetiap lembar kertas
Agar aku terbaca oleh sang bibir indah “S”
By :ABD AZIS
AKU TITIP SUKMAKU (2)
Aku merayu subuh diruang dengan wajah melas
Berkeliling diatab-atab rumah “S”
Lear bermain disajadah panjang
Sementara mata diluar tertidur pulas
Aku tertunduk
Meraba wajah “S” yang remang
Lalu aku biarkan wajah itu berdansa dibenak subuhku
Aku kian tertunduk dalam jampi-jampi indah
Lalu membiarkan sehelai rambutku jatuh menimpa sajadah
Maka,ciumlah helai rambutku disetiap sujud mu “S”
Agar sukmaku tetap berwirit mendoakanmu
By : ABD AZIS
AKU TITIP SUKMAKU (3)
Aku melangkah dengan salam sapa
Meninggalkan malam dalam kenang
Meninggalkan ruang dalam indah
Meninggalkan sukma dalam ruang
Assalamualaikum “S” sapaku pagi itu
Tak ada suara
Tak ada jawab
Hanya saja kamar “S” gelap tanpa cahaya
Lantas aku utus sukmaku untuk membagunkannya
Tapi sial.....
Sukmaku tak mampu menembus dinding kamar
lekas sukmaku menjelma kalimat “bangun,subuh telah lewat”
lalu terjawab dalam gaib “iya,aku sudah bangun”
akupun tersenyum meninggalkan
by :ABD AZIS
WAJAHMU “S”
Malam-malam diluar
Cahaya-cahaya didalam
Subhaallah, indahnya aku pandang
Wajah menikam mataku yang sabur
Indah matanya indahpula wajahnya
Rambut terurai lepas dipundaknya
Ya Allah, salahkah hamba memujinya dalam sadarku....?
Jika salah, lekas maafkan hamba
Jika tidak,biarkan hamba memandangnya
Hingga dia kembali
dalam kamar
Dan aku mati dalam larut malam
Karya :ABD AZIS
SETENGAH MALAM
Aku tak percaya “S”
Dalam setengah malam kau menikam dadaku
Menikam seluruh sajak-sajak dadaku
Aku tak percaya “S”
Dalam setengah malam kau merayuku
Berkidung setengah bidadari
Berselendang setengah malam
Apa mungkin aku yang salah....?
Atau mungkin aku terlalu lemah....?
Dalam setengah malam kau sihir semuanya
Aku berubah
Kau tetap “barang kali”
By :ABD AZIS
SIHIR MALAM
Gelombang rambutmu
Mencengram sukma mata disudut ruang tamu
Sementara raga mata hanya mampu melirik malu
Astaufirallah,”bisik dadaku”
Dosakah hamba dalam memandang wajahnya “S”....?
Salahkah hamba dalam getar terasa “S”....?
Subhanaallah,”dalam puji dadaku”
Engkau maha karya
Putih kulitnya indah pula senyumnya
Hamba terpaku melihatnya
Senyumnya sihir tanpa mantra didada malamku
Aku....
Aku hanya mampu bersandar di dinding rumahnya “S”
Lalu aku pejamkan kedua mata sambil komat-kamet
Entah apa....?
Entahlah....?
By :ABD AZIS
SESAJEN
Dari dekat aku tak mampu menawarkan senyum
Maka,hilanglah aku dari cianjur
Lalu aku bersiul dari jarak jauh dengan wajah melas
Dan membiarkan sesajen terbang dalam sapaanmu
“ASSALAMUALAIKUM”
Lekas kau menjawab “waalaikumsalam,tak usa pakek sesajen”
Aku tersenyum dari
jarak jauh “bukankah sesajen adalah pelengkap”
Lalu kau ketawa kedua kalinya sambil menjawab
“bukan pelengkap tapi seram sepeti khoror”
Akupun tersenyum seperti orang waras
By :ABD AZIS
