Sabtu, 20 Juli 2013



SAJAK CIANJUR “S”










Karya          :ABD AZIS
Ditulis          :CIANJUR,29-05-2013

Karya ini untuk diri sendiri
Maaf bila aku hedak menyakiti
Tak ada kata indah yang bisa aku rangkul kecuali “maafmu dihati”
Dan bukan maksud aku untuk memujimu atau menggagumimu
Sebab aku merasa tak pantas karena kau “S” terlalu lugu dimataku yang lancang ini...........

CIANJUR,29-03-2013
Berawal dari 29-03-2013
Aku bernafas disetiap gerak tubuhku
Menghirup aroma cianjur
Lekas bibirku berwirit “SUBHANAALLAH”
Dan tangan mulain mengelus-ngelus dada

Berawal dari 29-03-2013
Aku terlempar jauh dari kelahiranku
Menghirup tanah subur cianjur yang indah
Lekas aku pijakkan kaki disetiap setapak

Berawal dari 29-03-2013
Aku tulis sajak-sajak indah tentang cianjur
Aku tulis sajak-sajak liar tentang wajah cianjur
Aku ukir tanpa hujud dileting mataku “S”

By  :ABD AZIS





WANITA CIANJUR “S”
Lelah nafaku
Aku tarik pelan-pelan dalam sukma
Dan merebahkannya di ruang tamu

Sementara malam kian larut
Memanggil mata yang lelah dan memaksa menedurkannya
Malam terus memanggil cela dadaku

Lantas aku diam
Linglung seperti burung hilang sangkarnya
Tiba-tiba saja mataku lancang melirik
Seperti kehalalal yang hak aku pandang

Kau kah itu “bisikku dalam dada”
Lantas kau mendekat seperti angin menjelma angin
Lalu kau julurkan tangan dengan tawaran senyum
Aku menyambutnya dengan senyum malu seraya berkata”ini aku”
Kaupun kembali tersenyum sambil berkata “iya”
Aku mengerti......
Lekas aku bercumbu dengan keindahan wajah cianjur
By   : ABD AZIS
LIMA ASTA

Aku dan dia hanya berjarak lima asta
Mengukur dari jari-jari yang tak masuk akal
Dan menghitungnya dengan pelan “lima asta”

Aku diam dilima asta itu
Diapun diam dilima asta pula
Hanya saja yogi iskandar tersenyum dan ketawa dengan dia

Ah, bisikku pelan
Aku diam mungkin karena aku tak kenal
Atau mungkin karena aku pemalu
Tapi....
Yogi iskandar riang ketawa dengan dia
Ternyata mereka telah kenal
Sementara aku hanya kenal dalam lima asta

By    :ABD AZIS
            


RAKAAT
Malam kian sunyi
Angin kian menusuk pori-pori kakiku
makin laru dalam sapaan cianjur

hanya saja tiga orang lepas ketawa diruang tamu
Dan TV terus bernyanyi meski tak diperdulikan

Semetara jam tanganku berdetak
Seperti bunyi jantungku yang menatap wajah
Lalu aku lirik jamku yang ikut ketawa

Ah,sial
Hampir saja isya’ku hilang,lantaran wajah indah
Gegas kakiku melangkah
Sucikan muka,sucikan tangan,sucikan kepala,sucikan kaki
Lekas aku menjelma dalam rakaat

Hingga rakaatku bersayap doa diatas sajadah “S”
Dan bermain di dinding putih
“Allah,hamba tak tahu getar apa didadaku,semoga ini hilang bersama salam akhirku” bisikku malam itu
DIRUANG
Di ruang itu aku mencuri
Mencuri wajah indah yang Tuhan ciptakan
Melirik sambil tertunduk malu

Aku tak tahu......?
Dosakah aku...?
Menikmati keindahan tanpa kehalalal

By  :ABD AZIS












TAKDIR

Ya Allah......
Tadir-MU telah melilitku
Takdir-MU pula aku bertemu “S”
Meski hanya sekejab dalam takdir
Tapi terimakasihku pada takdir-MU

Ya Allah....
Hamba tak tahu yang tertulis dilauhil mahfhudz
Tapi hamba yakin cerita itu indah dalam takdirku jua “S”
Hamba hanya bisa menyerahkan pada-MU
Sebab dan akibat hanya engkau yang tahu


By       :ABD AZIS






LAUHIL MAHFHUDZ

Tertulis kau “S”dalam lauhil mahfhudz jua aku
Bukan kebetulan kita bertemu dan berpisah
Sebab didunia ini tak ada yang kebetulan
Melainkan lauhil mahfhudz yang melilit kita

Aku yang jauh
Melangkah mendekat kerumahmu “S”
Bertemu dan duduk bersama
Tersenyum dan ketawa
Itu bukanlah kebetulan melainkan takdir kita

Lantas apakah aku menyalahkan takdir....?
Ketika kita berpisah
Tidak.....
Tak perlu aku salahkan takdir
Sebab wajah mu telah aku bawa dalam dada


By   :ABD AZIS

GENDING BANK-BANK WETAN

Sebelum dending bank-bank wetan
Aku bersujud disajah panjang
Menghitung jari diruang sujud “S”

Berbisik pelan
Sementara diruang “S” gelap tanpa cahaya
Aku terus menghitung
Hingga wajah “S” tiba-tiba merayu hayalku
Laun aku menyebut nama “Allah” dalam hitung jariku
Agar aku mampu  menahan


Tak lama.....
Gending bank-bank wetan terbit
Dan aku berlalu

By  :ABD AZIS



AKU PERGI TAK LIHAT WAJAH “S”

Dari jarak dekat aku tak lihat bayang
Meski aku berpura-pura berisik diruang
Kau masih saja tertidur pulas dalam kamar

Hingga aku hilang dalam pandang
Hanya saja aku tinggalkan jejak salam
Meski tak terdengar

Semoga kau masih ingat aku
Meski wajahku remang di malam itu
Tapi wajahmu nyata dileting mataku

Aku pergi “S”
Dengan kenangan tak terlupakan

By; ABD AZIS




LANGKAH KU

Pelan aku melangkah meninggalkan rumah “S”
Ada kenangan melilit dadaku
Aku tak ingin hilang dari rumah “S”
Aku tak ingin nyaris mati diterpa angin pagi

Maka,aku menjelma hujud yang tak ada
Karena aku tak ingin lepas dari ruang itu
Apa lagi tajam matamu menikam dadaku

Aku tinggalkan sukmaku diruang “S”
Agar aku tahu gerak indahnya
Dan segera berbisik di fajar kedua

By: ABD AZIS






AKU TITIPKAN SUKMAKU (1)
Sebelum surya terbit dibalik bukit cianjur
Aku titip sukmku diruang sujud “S”
Dan membiarkanya bersekutu dengan mukenak yang tergantung

Lalu aku bisikkan pelan disetiap sudut ruang
“jangan lupakan wajahku dan aku takkan lupakan wajahmu”

Lama aku tertunduk
Tak lama dari itu
Tanganku meraba kertas yang memanggil indah diruang-ruang

Aku mulain membuka dan mengeja alif
Hingga terangkum lafat indah dalam bibir
Dan aku titipkan sukmaku disetiap lembar kertas
Agar aku terbaca oleh sang bibir indah “S”

By   :ABD AZIS




AKU TITIP SUKMAKU (2)
Aku merayu subuh diruang dengan wajah melas
Berkeliling diatab-atab rumah “S”
Lear bermain disajadah panjang
Sementara mata diluar tertidur pulas

Aku tertunduk
Meraba wajah “S” yang remang
Lalu aku biarkan wajah itu berdansa dibenak subuhku

Aku kian tertunduk dalam jampi-jampi indah
Lalu membiarkan sehelai rambutku jatuh menimpa sajadah
Maka,ciumlah helai rambutku disetiap sujud mu “S”
Agar sukmaku tetap berwirit mendoakanmu


By  : ABD AZIS





AKU TITIP SUKMAKU (3)

Aku melangkah dengan salam sapa
Meninggalkan malam dalam kenang
Meninggalkan ruang dalam indah
Meninggalkan sukma dalam ruang

Assalamualaikum “S” sapaku pagi itu
Tak ada suara
Tak ada jawab
Hanya saja kamar “S” gelap tanpa cahaya

Lantas aku utus sukmaku untuk membagunkannya
Tapi sial.....
Sukmaku tak mampu menembus dinding kamar
lekas sukmaku menjelma kalimat “bangun,subuh telah lewat”
lalu terjawab dalam gaib “iya,aku sudah bangun”
akupun tersenyum meninggalkan

by   :ABD AZIS


WAJAHMU “S”
Malam-malam diluar
Cahaya-cahaya didalam
Subhaallah, indahnya aku pandang

Wajah menikam mataku yang sabur
Indah matanya indahpula wajahnya
Rambut terurai lepas dipundaknya

Ya Allah, salahkah hamba memujinya dalam sadarku....?
Jika salah, lekas maafkan hamba
Jika tidak,biarkan hamba memandangnya
Hingga  dia kembali dalam kamar
Dan aku mati dalam larut malam


Karya :ABD AZIS





SETENGAH MALAM
Aku tak percaya “S”
Dalam setengah malam kau menikam dadaku
Menikam seluruh sajak-sajak dadaku

Aku tak percaya “S”
Dalam setengah malam kau merayuku
Berkidung setengah bidadari
Berselendang setengah malam

Apa mungkin aku yang salah....?
Atau mungkin aku terlalu lemah....?
Dalam setengah malam kau sihir semuanya

Aku berubah
Kau tetap “barang kali”

By :ABD AZIS




SIHIR MALAM

Gelombang rambutmu
Mencengram sukma mata disudut ruang tamu
Sementara raga mata hanya mampu melirik malu

Astaufirallah,”bisik dadaku”
Dosakah hamba dalam memandang wajahnya “S”....?
Salahkah hamba dalam getar terasa “S”....?

Subhanaallah,”dalam puji dadaku”
Engkau maha karya
Putih kulitnya indah pula senyumnya

Hamba terpaku melihatnya
Senyumnya sihir tanpa mantra didada malamku
Aku....
Aku hanya mampu bersandar di dinding rumahnya “S”
Lalu aku pejamkan kedua mata sambil komat-kamet
Entah apa....?
Entahlah....?
By :ABD AZIS
SESAJEN

Dari dekat aku tak mampu menawarkan senyum
Maka,hilanglah aku dari cianjur
Lalu aku bersiul dari jarak jauh dengan wajah melas
Dan membiarkan sesajen terbang dalam sapaanmu “ASSALAMUALAIKUM”

Lekas kau menjawab “waalaikumsalam,tak usa pakek sesajen”
Aku tersenyum dari  jarak jauh “bukankah sesajen adalah pelengkap”
Lalu kau ketawa kedua kalinya sambil menjawab
“bukan pelengkap tapi seram sepeti khoror”
Akupun tersenyum seperti orang waras

By :ABD AZIS







Perjuangan Tenaga Kerja Wanita dalam Meraih Cita-Cita

Judul Buku             : TKW Mencari Surga Penulis Buku                        : Asa Suzhanty & Abd Azis Ana Penerbit Bu...