Jumat, 19 Desember 2014

Order: via SMS ke 081907820606 buku akan siap di kirim kealamt tujuan

INFO BUKU TERBARU . buku yang ke 5
Penerbit Meta Kata, Desember 2014
=================================
Judul: Nabila; Hikayat Gadis Rantauan
Penulis: Abd Azis Ana
Pemerhati Aksara: @Avet89
Pewajah Sampul: de A media kreatif
Penata Letak Isi: de A media kreatif
=================================
ISBN: 978-602-1203-68-2
=================================
Harga: Rp 35.000,-
=================================
Order:
via SMS ke 081907820606
#NHGR#Nama#Alamat#JumlahOrder
via WEB di www.anrmart.com
=================================
Sinopsis:
Nabila yang ditinggal pergi selamanya oleh sang ayah, bersikeras merayu ibunya agar mendapatkan izin untuk merantau. Namun ibunya tetap memegang teguh kata-kata mendiang ayahnya, bahwasanya seorang wanita tidak boleh pergi jauh dari rumah.

Sampai suatu ketika, keterpurukan ekonomi menghimpit kehidupan keluarganya. Adik-adiknya membutuhkan biaya lebih untuk tetap bisa sekolah, sementara hasil penjualan gorengan ibunya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan perut. Akhirnya, dengan berat hati, sang ibu mengiyakan permintaannya.

Mendapatkan pekerjaan di kota besar tak semudah yang dia bayangkan. Di Surabaya, dia bertemu dengan seorang pria bernama Munir, yang ternyata adalah germo. Masih untung, nasib baik masih berpihak padanya. Ketika dia akan dijual, seorang wanita bernama Anisa—salah satu korban Munir—menyelamatkannya.

Karena takut dikejar Munir, Anisa mengajaknya pindah. Kehidupan di Bandung pun ternyata tak seaman yang dia pikirkan. Hari pertama jualan kopi, dia harus berurusan dengan para perampok berdarah dingin. Karena mempertahankan uangnya, lehernya dicekik hingga nyaris tak bisa bernapas.

Mampukah Nabila menepati janji kepada ibu dan adik-adiknya?

MENGASAH OTAK DENGAN MERENUNG

MERENUNG : maaf sebelumya. aku bukan peneliti atau semacamnya tapi kali ini aku akan bicara apa adanya apa yang terjadi pada diriku sendiri;
              
                     MERENUNG : banyak teman-teman saya bertanya "kamu kok bisa menulis" dengan santainya aku menjawab "Merenunglah" maka apa yang telah terjadi atau pun apa yang dirasakan di sekeliling kita akan tercipta sebuah karya yang menakjubkan.
                     Karena merenung merupakan cara termudah untuk mengasah otak yang merupakan kombinasi antara otak Rasional dan otak Emosional hingga tercipta Chemistry yang fantastik. Merenung juga mampu mendapatkan pencerahan dan mendapatkan demensi dunia lain.
                      Cara inilah yang serng aku lakukan, untuk menciptakan sebuah tulisan atau karya  yang telah terbit "Malaikat tanpa nama. Mutiara dalam lumpur. Tunggu puisiku di ujung jalan itu. Mimpi yang sempurna. Nabila -hikayat gadis rantauan-" 

"KAU KAH ITU"

Remang wajah mu adalah sukma
Remang senyum mu adalah mantra
Remang bayang-bayang mu adalah kalimat yang tak mampu mereka terjemahkan dalam kertas

Maka aku bertanya "Kau kah itu"
Lalu aku pejamkan mata sambil merenungkan bayang-bayangmu
Agar aku tahu siapa diri mu sebenarnya

karya "Abd Azis Ana" bandung/19/12/2014

penulis abd azis ana

ORANG YANG SELALU DIKENANG OLEH DUNIA MESKI ORANG TERSEBUT MENINGGAL "TULISAN"

ORANG; orang akan dikenang setelah melakukan perubabahan. Meski pun Orang tersebut meninggal dunia .
1 : Jika orang kaya akan dikenang dengan kekayaanya jika hartanya di gunakan kebaikan
2 : orang miskin akan dikenang dengan kemiskinanya jika orang tersebut menerima kemiskinanya dan  menggunakan hidupnya untuk melakukan yang terbaik.
3 : Profesor atau peneliti akan dikenang karena ilmu pengatahuannya yang ia dapatkan dan publikaikan pada dunia.
4 : Dan pahlawan akan dikenang oleh dunia karena keberanianya dan keikhlasanya membela tanah air hingga tumpah darah terakhir. dan banyak lainnya yang saya tak sanggup untuk mengatakan disini termasuk pahlawan no satu adalah kedua orang tua.
                     Tapi hari ini, dizaman kemerdekaan ini . kita tak perlu menumpahkan darah kita atau menyerahkan nyawa kita untuk menjadi pahlawan karena hari ini hari yang cerah yakni hari kebebasan, hari kemerdekaan berkat para pahlawan dan yang lain. Maka dari itu perlu kita ingat bahwa Seorang ulama besar Imam Al- Ghazali juga mengatakan “Kalau kau bukan anak raja, dan kau bukan anak seorang ulama besar, maka jadilah penulis”.
                  Sungguh besar dan banyak mafaat jika jika menungkan ilmu kita dalam tulisan, bukan hanya untuk diri kita tapi untuk orang lain. Menulis bukan untuk menjadi terkenal atau dikenal oleh mata manusia tapi karena kita ingin memberikan yang terbaik dan hak karena Allah semata, seperti halnya seorang penelit. Mereka tak punya niat sedikit pun untuk dikenal tapi mereka ingin menyumbang sedikit ilmunya untuk dunia untuk generasi-generasi muda "sumbangsih".
                    untuk menjadi penulis tak luput dengan kalima "BACALAH" kalimat ini dijelaskan di dalam Alqur.an. Jika kita banyak baca maka kita akan mengenal dunia bahkan bisa membuka jendela dunia lalu setelah kita tahu dunia maka "tulislah" 
Abd Azis Ana
penulis novel dan puisi
 
                    

Perjuangan Tenaga Kerja Wanita dalam Meraih Cita-Cita

Judul Buku             : TKW Mencari Surga Penulis Buku                        : Asa Suzhanty & Abd Azis Ana Penerbit Bu...