Rabu, 20 April 2016
Rabu, 06 April 2016
PADA AKHIRNYA
PADA AKHIRNYA
Pada akhirnya lelaki ini jatuh pada laut cintamu
Berenang, berlayar bersama mu
Hingga perahu singgah pada wajahmu jua dadamu
Diam
Terdiamlah aku pada laut wajahmu
Sadar karena kau ada
Maka ini bukan akhirnya
Tapi ini adalah pada akhirnya
Bahwa lelaki ini hidup bersama mu selamanya
abd azis ana
bandung/ 06/05/2016
(di persembahkan pada Asa)
Pada akhirnya lelaki ini jatuh pada laut cintamu
Berenang, berlayar bersama mu
Hingga perahu singgah pada wajahmu jua dadamu
Diam
Terdiamlah aku pada laut wajahmu
Sadar karena kau ada
Maka ini bukan akhirnya
Tapi ini adalah pada akhirnya
Bahwa lelaki ini hidup bersama mu selamanya
abd azis ana
bandung/ 06/05/2016
(di persembahkan pada Asa)
Selasa, 05 April 2016
PADA WAJAH MU
PADA WAJAH MU
sumber gambar : http://id.aliexpress.com/promotion/promotion_beautiful-woman-painting-promotion.html
Pada lekuk wajahmu
Cinta mengalir bak anak-anak langit yang baru lahir
Lalu bertapa dalam gua dada
Kaulah sang pencinta
Dan sang di cinta
Dan lelaki itu adalah dirimu jua dirinya
ABD AZIS ANA
BANDUNG/05/04/2016
sumber gambar : http://id.aliexpress.com/promotion/promotion_beautiful-woman-painting-promotion.html
Pada lekuk wajahmu
Cinta mengalir bak anak-anak langit yang baru lahir
Lalu bertapa dalam gua dada
Kaulah sang pencinta
Dan sang di cinta
Dan lelaki itu adalah dirimu jua dirinya
ABD AZIS ANA
BANDUNG/05/04/2016
PADA MU-LAH AKU PULANG
PADA MU-LAH AKU PULANG
Oh, istriku yang aku cintai
Padamu aku pulang
Pulang pada pelukanmu
Tapi entah kapan itu...?
Aku tak tahu
Sebab perahu kecil ini terus menuntunku untuk mencari mu
Dari gelombang resahku
Aku titipkan rinduku pada senja
Aku titipkan rinduku pada desis angin
Dengarkanlah...!
Lalu pejamkan matamu
biarkan nafasmu tercium olehku
Melebur dalam gelombang rinduku
Maka tunggulah aku pulang
Karena padamu aku pulang
ABD AZIS ANA
BANDUNG/05/04/2016
(DI PERSEMBAHKAN PADA NELAYAN MADURA)
Oh, istriku yang aku cintai
Padamu aku pulang
Pulang pada pelukanmu
Tapi entah kapan itu...?
Aku tak tahu
Sebab perahu kecil ini terus menuntunku untuk mencari mu
Dari gelombang resahku
Aku titipkan rinduku pada senja
Aku titipkan rinduku pada desis angin
Dengarkanlah...!
Lalu pejamkan matamu
biarkan nafasmu tercium olehku
Melebur dalam gelombang rinduku
Maka tunggulah aku pulang
Karena padamu aku pulang
ABD AZIS ANA
BANDUNG/05/04/2016
(DI PERSEMBAHKAN PADA NELAYAN MADURA)
Jumat, 01 April 2016
Esok (mungkin tak ada) lagi.... Asa SUzhanty
Rp 42.500
Penulis: Asa Suzhanty
ISBN: 978-602-6757-11-1
Sinopsis:
Mutia sangat membenci ayahnya. Demi wanita idaman lain, ayahnya tega
meninggalkan keluarganya. Seketika ia menjadi gadis penyendiri. Hidupnya
tertutup dari lingkungan sekitar. Terutama menutup hatinya dari
laki-laki.
Hidup serba kekurangan menjadi masalah lain semenjak ayahnya pergi.
Akhirnya Mutia memutuskan untuk merantau ke Jakarta. Berkat Bu Ida, di
Jakarta ia langsung bekerja di salon Bu Rachmat. Di sana ia mengenal Eva
juga Dio yang menjadikan hari-harinya menyenangkan. Selain di salon, ia
juga bekerja di butik Bu Tamrin.
Harapan Mutia mengajak ibu, adik, dan neneknya ikut serta ke Jakarta
tercapai setelah bekerja dalam beberapa bulan. Ia mampu mengontrak rumah
walau sederhana. Di rumah itu, ibunya bisa buka warung nasi. Juga ia,
menemukan cinta. Cinta dari seorang cowok bernama Nata.
Di sudut hati lain, Dio menyimpan cinta yang teramat dalam untuk Mutia.
Namun cinta yang diam. Cinta yang tumbuh dan berkembang hanya di hati
Dio. Hingga penyesalan muncul ketika Dio menyadari ada cinta di antara
Mutia dan Nata. Walau demikian, Dio tetap berharap.
Mutia yang terlanjur mencintai Nata harus menelan pahitnya kenyataan.
Kenyataan tentang ketidaksetujuan ibunya Nata. Juga masalah perjodohan
Nata dengan Nisa. Mampukah Mutia melewatinya? Selamat membaca!
Langganan:
Komentar (Atom)
Perjuangan Tenaga Kerja Wanita dalam Meraih Cita-Cita
Judul Buku : TKW Mencari Surga Penulis Buku : Asa Suzhanty & Abd Azis Ana Penerbit Bu...





