Rabu, 04 Juni 2014
Kamis, 10 April 2014
Selasa, 25 Februari 2014
ADA CINTA DI HALTE
ADA CINTA DI HALTE
Abd Azis Ana
Bandung,24/02/14
TIBA SAATNYA
Masih ingatkah sayang,di halte itu....?
Ketika mereka sibuk menunggu raksasa tua,sementara kita
Kita sibuk dengan dada kita yang kenyang dengan cinta
Lalu mata kita saling berucap kalimat-kalimat indah
Hingga akhirnya tiba saatnya.....!!!
Dimana waktu,bercerita tentang perpisahan
Dan bercerita tentang kelelahan embun yang tak mampu di
terjemahkan oleh pemikir-pemikiran
Kita,benar-benar terpisah waktu
Seperti halnya kita telat datang kehalte
Bandung,25/02/2014
UMUR KITA
Lebih baik kita bercakap-cakap tentang kita
Tentang bekas-bekas yang telah tertinggal jauh di belakang
kita
Atau mungkin bekas yang terhapus oleh gerimis
Ah,ternyata umur kita tak begitu panjang
Seperti halnya halte-halte yang kian berkarat
Umur kita telah tua
Kau lihat bukan........?
Mata kita begitu cekung dan kulit-kulit kita keriput
Maka kita harus belajar dari jari yang aku perlihatkan
kepadamu
Barangkali kita mengerti,sebab telinga kita nyaris tuli
Bandung,25/02/14
DI WAKTU PAGI
Di waktu pagi
Kita telah berdiri
Di dekat halte mati
Sambil merokok dan ngopi
Sementara pagi
Terus mencakar dan pergi
Lalu di biarkan tergeletak di pagar besi
Lantas datang pengamin kasih
Menjing-jing sebungkus nasi
Akhirnya ia makan dengan sambel dan terasi
Sambil ia berbisik-bisik pada gitar banci
Katanya “halte ini adalah tempat kami dan kalian tak pantas
berkuasa.....!!!!”
Bandung,25/02/2014
PENIPU ULUNG
PENIPU
Haiy penipu ulung
kau berjanji akan temani si buntung
Tapi Nyatanya kau malah menikung
kau penipu ulung
Kau berjanji akan sejah terakan si pitung
Tapi Nyatanya kau malah mematung
Kau penipu ulung
Kau berjanji akan makan singkong
Tapi nyatnya kau malah makan jagung
kau penipu ulung
Kau berjanji akan memberikan kerjaan kepemulung
Tapi nyatanya kau malah cari untung
hai........!!!! kaaaaauuuu penipu ulung
Dan aku yang menanggung
abd azis ana "fota ini bukan penampakan tapi kenyataan hidup ketika terjun kelapangan"
Haiy penipu ulung
kau berjanji akan temani si buntung
Tapi Nyatanya kau malah menikung
kau penipu ulung
Kau berjanji akan sejah terakan si pitung
Tapi Nyatanya kau malah mematung
Kau penipu ulung
Kau berjanji akan makan singkong
Tapi nyatnya kau malah makan jagung
kau penipu ulung
Kau berjanji akan memberikan kerjaan kepemulung
Tapi nyatanya kau malah cari untung
hai........!!!! kaaaaauuuu penipu ulung
Dan aku yang menanggung
abd azis ana "fota ini bukan penampakan tapi kenyataan hidup ketika terjun kelapangan"
TERNYATA UMUR KITA
TERYTA UMUR KITA
Lebih baik kita bercakap-cakap tentang kita
Tentang bekas-bekas yang telah tertinggal jauh di belakang kita
Atau mungkin bekas yang terhapus oleh gerimis
Ah,ternyata umur kita tak begitu panjang
Kau lihat bukan........?
Mata kita begitu cekung dan kulit-kulit kita keriput
Maka kita harus belajar dari jari yang aku perlihatkan kepadamu
Barangkali kita mengerti,sebab telinga kita nyaris tuli
PENA ANA
Lebih baik kita bercakap-cakap tentang kita
Tentang bekas-bekas yang telah tertinggal jauh di belakang kita
Atau mungkin bekas yang terhapus oleh gerimis
Ah,ternyata umur kita tak begitu panjang
Kau lihat bukan........?
Mata kita begitu cekung dan kulit-kulit kita keriput
Maka kita harus belajar dari jari yang aku perlihatkan kepadamu
Barangkali kita mengerti,sebab telinga kita nyaris tuli
PENA ANA
Minggu, 16 Februari 2014
AKU DENGAN BEKAS MU
AKU DENGAN BEKAS MU
“buat sahabatku seniman madura S”
Kini aku dengan bekas mu yang sunyi dalam kamar kenangan
Bau tubuh mu bersekutu dengan bau tubuh ku hingga jam dinding
tak bisa membedakan antara bau tubuh mu dengan bau tubuh ku
Tapi biarlah
Aku nikmati saja bau tubuh mu ini dengan lukisan-lukisan aneh
ku dan aku mamah dan aku muntahkan di setiap lembar kertas
Dan menjelma puisi-puisi yang tak di mengerti oleh siapapun
kecuali aku
Bandung,11/11/2013
Langganan:
Postingan (Atom)
Perjuangan Tenaga Kerja Wanita dalam Meraih Cita-Cita
Judul Buku : TKW Mencari Surga Penulis Buku : Asa Suzhanty & Abd Azis Ana Penerbit Bu...
-
Aku ingin bersamamu Bersama dalam satu langkah Mengukir kata di antara bianglala Aku ingin bersamamu Mencintai tanpa batas Mencintai...


