Kaca Mata Dimatamu
Mungkin kau belum tahu, akulah lelaki yang mencintai mu.
Saat kau membuka kaca matamu dan melirik kearahku.
Sungguh sulit aku membayangkan ataupun menulis Puisi tentang cantikmu.
Ketika kau mendekat dan memeluk tubuhku.
Aku rangkum bau Tubuh mu dalam aksara, dan petakan dibantal guling, barangkali kau tak lagi lupa pulang.
Di aksara itu.
Aku ceritakan tentang cintamu, tentang cantikmu, tetang abadimu
Dan di bantal itu
Aku tulis pula peta tentang kita
Sementara Bulan mengatung diatas langit kamar, kakinya di ayun-ayunkan
Seakan-akan ia jatuh cinta pula
Ketika ia tahu tentang Aksara dibantal guling yang aku tulis
Abd Azis Ana
Bandung 22 mei 2017
Mungkin kau belum tahu, akulah lelaki yang mencintai mu.
Saat kau membuka kaca matamu dan melirik kearahku.
Sungguh sulit aku membayangkan ataupun menulis Puisi tentang cantikmu.
Ketika kau mendekat dan memeluk tubuhku.
Aku rangkum bau Tubuh mu dalam aksara, dan petakan dibantal guling, barangkali kau tak lagi lupa pulang.
Di aksara itu.
Aku ceritakan tentang cintamu, tentang cantikmu, tetang abadimu
Dan di bantal itu
Aku tulis pula peta tentang kita
Sementara Bulan mengatung diatas langit kamar, kakinya di ayun-ayunkan
Seakan-akan ia jatuh cinta pula
Ketika ia tahu tentang Aksara dibantal guling yang aku tulis
Abd Azis Ana
Bandung 22 mei 2017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar