Sabtu, 25 Oktober 2014
Rabu, 22 Oktober 2014
WAJAH MU DI OKTOBER INI
WAJAH MUDI IKTOBER INI
telah kulukiskan wajahmu di oktober ini
Dan memahatnya di cela-cela senja yang kian redup
melongoklah sebelum lenyap
Dan aku...!
Aku akan terus menunggu mu
Hingga langit benar-benar tua
Dan senja mampu menembus jalan dada mu
Lalu bersinarlah terang
seperti cahaya yang menembus cela-cela dinding gelap
Maka kita akan temukan wajah kita di oktober ini
bandung,22/10/2014
abd azis ana
Selasa, 21 Oktober 2014
AKU BICARA DI OKTOBER INI
AKU BICARA DI OKTOBER INI
Aneh...!
Aku bicara di Oktober ini dengan sajakku sendiri
Dan rintik hujan tertawa terbahak-bahak, barangkali ia mendengar percakapanku yang sepi ini
Ah, lebih baik aku bungkam
Dan membiarkan Oktober ini adalah roh yang mampu bercerita tentang mu
Dan daun-daun yang jatuh dari tangkainya adalah kalimat yang tak bisa kau mengerti
bandung, 21/10/2014
Aneh...!
Aku bicara di Oktober ini dengan sajakku sendiri
Dan rintik hujan tertawa terbahak-bahak, barangkali ia mendengar percakapanku yang sepi ini
Ah, lebih baik aku bungkam
Dan membiarkan Oktober ini adalah roh yang mampu bercerita tentang mu
Dan daun-daun yang jatuh dari tangkainya adalah kalimat yang tak bisa kau mengerti
bandung, 21/10/2014
Minggu, 12 Oktober 2014
LIHAT WAJAHKU
KAU LIHAT AKU
Lihatlah wajahku sayang
Maka kau akan melihat wajahmu sendiri
Dan lihat mataku sayang
Maka kau akan lihat dirimu dalam mataku
Lantas apa lagi yang kau ragukan...?
Bukankah telah aku bisikkan beribu-ribu sajak
Dan telah aku nakalkan dirimu dalam keindahan
Lihatlah wajahku
Barangkali kau menemukan malaikat mu di cela wajahku yang kusut ini
Abd Azis Ana
bandung,12/10/2014
Lihatlah wajahku sayang
Maka kau akan melihat wajahmu sendiri
Dan lihat mataku sayang
Maka kau akan lihat dirimu dalam mataku
Lantas apa lagi yang kau ragukan...?
Bukankah telah aku bisikkan beribu-ribu sajak
Dan telah aku nakalkan dirimu dalam keindahan
Lihatlah wajahku
Barangkali kau menemukan malaikat mu di cela wajahku yang kusut ini
Abd Azis Ana
bandung,12/10/2014
Sabtu, 11 Oktober 2014
KEGAIBAN CINTA
KEGAIBAN CINTA
Tidak...!
Kegaiban cinta hanya membuat kita gila atau mungkin tergila-gila
Cinta terkadang membuat kita salah tingkah atau mungki salah
Apapun itu, cinta sebuah keajaiban
Bukankah kita telah jatuh cinta...?
Maka tetaplah...
Tetap untuk mencintaiku seperti halnya aku tetap mencintai mu
bandung/11/10/2014
Asa
Tidak...!
Kegaiban cinta hanya membuat kita gila atau mungkin tergila-gila
Cinta terkadang membuat kita salah tingkah atau mungki salah
Apapun itu, cinta sebuah keajaiban
Bukankah kita telah jatuh cinta...?
Maka tetaplah...
Tetap untuk mencintaiku seperti halnya aku tetap mencintai mu
bandung/11/10/2014
Asa
Jumat, 10 Oktober 2014
CINTA KECIL YANG INDAH
Tak ada keindahan selain senyum yang terpancar dari bibir anak kecil ini
Senyum ia lukiskan di setiap wajah yang memandang
Dan sorot matanya begitu bening sebening Embun yang menetes kekuncup bunga dan bunga pun bermekaran
Maka jangan pernah pisahkan ia dengan senyum yang ia lukiskan untuk mu seorang
Dan jangan pernah redupkan tatapannya yang penuh mimpi yang indah itu
Mendekatlah....
Dan lihatlah senyum dan tatapan yang ia persembahkan dengan hati tulus
Tak ada kebencian
Tak ada demdam
Yang ada hanyalah cinta kecil yang terpancar dari wajahnya
Lihatkah.... ?
pelukan yang ia berikan kepada seorang ayah yang mencintainya
Pelukan yang penuh dengan kedamaian
Maka tolonglah...
Tolong jangan pisahkan kami dengan cinta
Sebab dengan cinta aku memeluk ayahku dengan tulus setulus yang ia membesarkanku
PANGANDARAN,2014
Selasa, 07 Oktober 2014
BIARKAN AKU
BIARKAN AKU
Ini aku dan itu kau
Maka biarkan aku pergi
Pergi untuk melupakan jejak-jejak mu
Lantas tak perlu kau menangis
Sebab aku telah muak dengan diam mu
Biarkan aku titipkan jejak-jejak kita di pesisir pantai PAGANDARAAN
Dan biarkan lidah ombak menjilatnya
Lalu melepaskannya kesenja
Maka tak perlu kau lihat jejakku
Lebih baik kau lihat senja itu
Sebab telah aku lukisan kisah mu disana
pangandaraan
karya Abd Azis Ana 2014
Ini aku dan itu kau
Maka biarkan aku pergi
Pergi untuk melupakan jejak-jejak mu
Lantas tak perlu kau menangis
Sebab aku telah muak dengan diam mu
Biarkan aku titipkan jejak-jejak kita di pesisir pantai PAGANDARAAN
Dan biarkan lidah ombak menjilatnya
Lalu melepaskannya kesenja
Maka tak perlu kau lihat jejakku
Lebih baik kau lihat senja itu
Sebab telah aku lukisan kisah mu disana
pangandaraan
karya Abd Azis Ana 2014
Langganan:
Komentar (Atom)
Perjuangan Tenaga Kerja Wanita dalam Meraih Cita-Cita
Judul Buku : TKW Mencari Surga Penulis Buku : Asa Suzhanty & Abd Azis Ana Penerbit Bu...
-
PUISI Aku tak mengerti apa yang aku tulis Kata orang-orang itu puisi yang tertulis Yang keluar dari pemikiran dan menjelma romantis ...
-
Kaca Mata Dimatamu Mungkin kau belum tahu, akulah lelaki yang mencintai mu. Saat kau membuka kaca matamu dan melirik kearahku. Sungguh...
-
Aku ingin bersamamu Bersama dalam satu langkah Mengukir kata di antara bianglala Aku ingin bersamamu Mencintai tanpa batas Mencintai...




