Ritual
Setelah aku rebahkan kepalaku diatas pahamu,
rintik hujan kian membasahi jendela-jendela kamar dan bunyinya semakin keras
hingga pecahkan batu dihalaman kamar
Setiap hujan seperti ini, sering aku melakukan
ritual memeluk tubuhmu yang hangat itu dan sering pula mencium kening dan
bibirmu.
“Jangan nakal kekasihku” bisikanya didaun
telingaku sambil melemparkan senyum manis
Aku hanya tersenyum menatap wajahnya yang cantik,
Jauh dibenakku, aku membayangkan kau wanita yang
paling cantik didunia ini. Tapi bibirku tak sempat mengatakan itu
Rintik diluar kamar mengajak merayu, lalu kau
dengan malu-malu palingkan mukamu
Tak lama dari itu kau segera menjelma surga dan
menawarkan sebuah bibir manis
Bantal guling diantara kita hanya diam sebagai
saksi ritual
Abd Azis Ana
Bandung 09-05-2017

