ADA CINTA DI HALTE
Abd Azis Ana
Bandung,24/02/14
TIBA SAATNYA
Masih ingatkah sayang,di halte itu....?
Ketika mereka sibuk menunggu raksasa tua,sementara kita
Kita sibuk dengan dada kita yang kenyang dengan cinta
Lalu mata kita saling berucap kalimat-kalimat indah
Hingga akhirnya tiba saatnya.....!!!
Dimana waktu,bercerita tentang perpisahan
Dan bercerita tentang kelelahan embun yang tak mampu di
terjemahkan oleh pemikir-pemikiran
Kita,benar-benar terpisah waktu
Seperti halnya kita telat datang kehalte
Bandung,25/02/2014
UMUR KITA
Lebih baik kita bercakap-cakap tentang kita
Tentang bekas-bekas yang telah tertinggal jauh di belakang
kita
Atau mungkin bekas yang terhapus oleh gerimis
Ah,ternyata umur kita tak begitu panjang
Seperti halnya halte-halte yang kian berkarat
Umur kita telah tua
Kau lihat bukan........?
Mata kita begitu cekung dan kulit-kulit kita keriput
Maka kita harus belajar dari jari yang aku perlihatkan
kepadamu
Barangkali kita mengerti,sebab telinga kita nyaris tuli
Bandung,25/02/14
DI WAKTU PAGI
Di waktu pagi
Kita telah berdiri
Di dekat halte mati
Sambil merokok dan ngopi
Sementara pagi
Terus mencakar dan pergi
Lalu di biarkan tergeletak di pagar besi
Lantas datang pengamin kasih
Menjing-jing sebungkus nasi
Akhirnya ia makan dengan sambel dan terasi
Sambil ia berbisik-bisik pada gitar banci
Katanya “halte ini adalah tempat kami dan kalian tak pantas
berkuasa.....!!!!”
Bandung,25/02/2014


