Minggu, 16 Februari 2014

MATI DALAM SUNYI



MATI DALAM SUNYI
“untuk sahabatku”

“mati aku”
Jerit wanita itu dalam kamar sunyi
Tak ada yang mendegar jeritan itu kecuali atap-atap yang kekal di ubun-ubun dan lampu lenyap dalam gelap

Lantas ia diam sambil meraba bantal-bantal yang berbekas darah
Dan ia cium dengan dada yang penuh hujan kerinduan
Tak ada kata yang muntah dari bibir manisnya
Hanya saja gerimis menetes di cela-cela matanya hingga ia jumpai kesunyian yang mencengram urat-urat lehernya

Lalu aku
Lambat laun mendekat seperti angin yang membelai rambut indahnya
Dan aku menjelma seperti yang ia rasa
Hingga aku jua jumpai kesunyian yang bersarang di mata dan di dadanya
Madura,10/11/2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Perjuangan Tenaga Kerja Wanita dalam Meraih Cita-Cita

Judul Buku             : TKW Mencari Surga Penulis Buku                        : Asa Suzhanty & Abd Azis Ana Penerbit Bu...